Kegiatan R&D dari Barat bergerak ke bukan hanya ke India dan RRC saja, melainkan ke negara2 Asia lainnya. Filipina telah menerima outsourcing R&D dari Intel,Texas Instruments, Philips, Trend Micro dan Cypress.

http://www.asiamedia.ucla.edu/article-southeastasia.asp?parentid=64569 

Memang Filipina mulai mendapat perhatian. Optical
Society of America memilih sebuah paper dari
University of the Philippines sebagai paper yang
paling menarik pada tahun 2006. Paper itu mengenai
teknik baru untuk memeriksa microchip. Contoh lain,
ada software bikinan Filipina khusus untuk melatih
pengguna Java computer language dan sofrware ini
diakui Scott McNeally yang CEO Sun Microsystems pada
pertemuan JavaOne di Amerika bulan Juni 2005.

Tak kalah pentingnya peranan orang Filipina yang
tinggal di Amerika. Misalnya Dr. Gregory Tangonan,
lulusan CalTech yang bekerja di industri hitech di
L.A.
Sekarang dia mengajar teknik elektro di universitas
Ateneo di Manila tapi masih bolak-balik L.A.-Manila.
Dengan kontak-kontak yang dia punya di Amerika, dia
bisa membawa pekerjaan outsourcing ke Filipina.

Salam,
RM