Amerika Serikat (USA) yang ekonominya dipengaruhi oleh kaum Yahudi, secara realitas telah membuat ekonomi dunia(global) sebagai pasar dan  kawasan  ekonominya. Hal ini terjadi  dalam usaha untuk menguasai hegemoni di dunia

 .Setelah beberapa ratus tahun yang lalu  menggilas ekonomi  tradisional yang antara lain pernah   terdapat usaha yang dikembangkan oleh kaum agama yang traditional dan fanatik yang tidak bergerak ke depan tetapi kebelakang.Misalnya kaum yang hendak bersikap seperti dalam kitab-kitab suci zaman bahula dengan pakaian dan tradisi dan bahkan menolak segala macam modernisasi seperti   para petani tetap harus mempergunakan kekuatan kuda  dsb.dan menolak kendaraan bermotor ( sampai sekarang masih dilakukan oleh  kaum agama minoritas kecil yang terpuruk di desanya  yang tertutup).Amerika Serikat yang umur kemerdekaannya hampir sama dengan negara-negara di Amerikan Selatan, berkat usahanya dalam bidang ekonomi dan politik telah jauh meningalkan Amerika Selatan dan hal itu  sangat terasa dalam bidang kesejahteraan  dan kemajuan kehidupan  rakyatnya.
 
Dengan rekayasa  pengertian demokrasi dan HAM  yang disesuaikan dengan kepentingan mereka dan  hal itu sebagian berhasil,  karena ditangkap secara kurang cerdas oleh bangsa-bangsa lain di dunia,misalnya Indonesia, namun akhirnya  ada juga yang berakibat boomerang bagi mereka sendiri dalam bentuk terorisme global.
 
Dengan  pada tahun 1970-an, selama periode perang dingin, Amerika Serikat  melepaskan standard emas karena sebenanya  emas hanya logam yang tidak mempunyi nilai tambah dan sangat terbatas  dalam penggunaannya dalam bidang industri. Hanya  negara-negara primitive dan ketinggalan yang(jika masih ada) tetap mempertahankan standard emasnya. Dengan  merobahnya DOLAR menjadi saham-saham umum di dalam negara dalam arti menjadikannya sebagai cetusan dari  pendapatan national dan potensi kekuatan ekonomi negaranya sehingga Amerika Serikat telah  merobah politik keuangannya menjadi  pengaturan keuangan perusahaan. Dengan menambah kekuatan keuangannya dan dengan demikian kekuatan ekonomi globalnya( their national net worth as well as in their potential, and therefore their economy.In effect the US turned monetary policy into amounts to corporate finance.issuing more  “shares” to financé their global actions) Tidak ada negara lain di dunia ini yang lebih kaya dan produktif sehingga akhirnya semua tergantung kepada dolar  apakah itu Euro, Yen dan harga satu barel minyak serta harga satu troy ounce emas  dunia.
 
Para negara yang menjadi kawan (partner) BARU dari Amerika Serikat dalam arti yang menguasai teknologi dan mengendalikan ilmu pengetahuan ( knowhow), modal , market deliveries dan logistics dalam lingkup dunia adalah:

1)     Negara-negara  yang berbahasa Inggris( termasuk Malaysia dan , Brunai )

2)     Negara yang mempergunakan tulisan Tionghoa (Kanji)yang menguasai cost effetiveness yaitu  tehnik produksi harga rendah(low cost production) dengan hasil produksi kwalitas  tinggi( high quality products). Tentu termasuk Jepang.

3)      Negara-negara bekas Sovyet Rusia yang mempunyai dan mengontrol sumber-sumber alam yang terkaya di dunia dan secara nyata mereka masih tetap gabungan dari kekuatan militer dunia yang kuat.

4)     Negara-negara Muslim moderat seperti:Turki,Mesir,Pakistan,Jordania dan UEA.
 
Dengan  naiknya harga minyak bumi  yang semakin meninggi, memaksa Amerika Serikat dengan secepatynya beralih kesumber energi lain dan sebaiknya yang dapat digantikan. Hal ini tidak lama lagi akan tejadi karena misalnya dalam Perang Dunia Kedua, secara terpaksa telah dtercipta banyak sekali pendapatan(penemuan) dan tehnik serta produksi baru selain penggunaaan gas,batubara,tenaga angin/air dan nuklir.Mesin-mesin jenis baru telah dan terus diciptakan dan  tehnologi baterai dikembangkan lebih maju lagi.Terrutama bio fuel menjadi  perhatian yang sangat besar dan sampai sekarang Brazilia telah berhasil untuk merubah konsumsi bahan bakar fosil  menjadi hanya 45% karena yang 55% telah menjadi bahan bakar etanol dari berbagai macam tanaman seperti jagung kelapa sawit dsb( diprediksikan tahun 2010 panggunaan bahan bakar fosil hanya tinggal 25% saja ).
 
Sebenarnya Amerika Serikat  masih mempunyai banyak sekali bahan bakar fosil tetapi politik ekonomi globalnya yang “licik”,adalah terlebih dahulu mempergunakan dan mengahiskan  bahan bakar dunia terstimewa yang di Timur Tengah ( yang TERPAKSA oleh mereka di jual  karena merupakan produk  satu-satunya  sebab mereka adalah negara NON PRODUKTIF, jadi mempertahankan eksistensinya). Banyak sekali kawasan-kawasan di A.S. yang dipagar  sedangkan tidak ada kegiatan apa-apa di atasnya yang berarti di bawah tanahnya terdapat sumber-sumber bahan bakar.Belum yang ada di bawah Teluk Meksiko.
Hal ini yang akan membuat peta politik ekonomi dan keuangan negara-negara Timur Tengah akan berubah secara drastis. Terutama yang memiliki pemerintahan dan rakyat yang berpandangan tradisional dan fanatik yang ingin bergerak MUNDUR seperti beberapa ribu tahun yang  lalu yang sekarang antara lain tercetus berupa terorisme global yang juga adalah akibat dari kolonialisme dan penyerbaran agama.
 
Di mana dan bagaimana negara Indonesia akan menempatkan dirinya tergantung kepada kecerdasan pikiran  rakyat serta para pemimpinnya apakah akan mempergunakan otak atau perasaannya. Dan apakah para pemimpin Indonesia , baik yang tertinggi maupun terendah, tergolongon pemimpin klas 1 dunia ataukah klas 2 (misalnya Walikota yang tak mampu mengurus sampah kota ,angkot dsb)dan lebih terpuruk lagi klas 3 seperti dikebanyakan negara  Afrika.
 
Bagaimana Indonesia menempatkan dirinya dalam suasana global ini sampai sekarang tidak jelas.