Benar-benar memprihatinkan kondisi sistem SAR kita, betapa tidak, sulitnya menemukan "bangkai" pesawat Adam Air salah satu penyebab utamanya nya adalah ketiadaan alat yang bisa menangkap signal.

 Pada
awalnya saya berpikir bahwa setiap pesawat terbang ataupun kapal-kapal
khususnya penumpang memiliki suatu alat tertentu yang bisa mengirim
signal dari manapun yang bisa ditangkap oleh suatu alat jika terjadi
keadaan seperti yang dialami oleh pesawat Adam Air. Cerita teman saya
yang melakukan perjalanan di Australia yang sangat jauh dari pemukiman
penduduk, dia memperlengkapi dirinya dengan satu alat yang katanya
harganya sekitar 350 dolar, fungsi adalah jika terjadi suatu keadaan
sangat darurat dia bisa meng"on"kan alat tersebut untuk mengkirimkan
signal dan akan langsung ditangkap oleh penerima sehingga sistem SAR
Australi bisa menentukan secara tepat dimana lokasi yang bersangkutan.
Alat tersebut katanya hanya bisa digunakan satu kali. Untuk tingkatan
yang sangat individual saja yaitu orang-perorang aja bisa dilakukan
oleh Australi, masak di Indonesia maskapai penerbangan gak punya alat
tersebut. Dan Indonesia gak punya alat penangkapnya ? benar-benar
keterlaluan. apa mau mengandalkan dukun atau paranormal dalam urusan
seperti ini ? Dalam kasus seperti ini, semestinya ini bisa dianggap
kelalaian negara terhadap rakyat. Dengan demikian, negara 100 persen
juga harus bertanggung jawab. Selain itu, sudah sepantasnya atas
kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya puluhan nyawa seperti ini
ada pejabat tinggi berani mengundurkan diri karena benar-benar lalai
dalam menjalankan tugasnya dan lalai dalam mengemban amanat rakyat
untuk melindungi rakyatnya. Pengunduran diri pejabat memang bukanlah
solusi, tapi setidaknya itu sebagai bentuk tanda atau simbul rasa
bersalah dan ikut bertanggung jawab terhadap kecelakaan yang terus
berulang yang telah merenggut banyak jiwa di negeri ini.

salam
gada aksara