Di Arafah, lebih dari 180 ribu jemaah haji Indonesia kelaparan karena perusahaan katering yang ditunjuk gagal menyediakan  makanan yang dipesan. Meski perusahaan katering ini dimiliki oleh kerabat kerajaan ternyata hal itu bukan jaminan.

 

Salah ngorder sih, harusnya pesen makanan ke Dapur Keraton,
bukan ke Kerabat Kerajaan.

"Di atas kertas, proper perusahaan katering Ana ini sangat
memuaskan," Kata Amirul Hajj Indonesia,"Sehingga kami putuskan
untuk memakai perusahaan ini."

Selain yang di atas kertas, juga biasanya yang di bawah meja,
di dalam amplop, atau yang ditransfer ke rekening. Yang ini
diperiksa di tanah air belakangan. Sekarang, yang paling
penting bagi jemaah haji di sana saat ini adalah apa yang
harusnya ada di atas piring!

Jemaah di Arafah mulai pada berjatohan pingsan, para petugas
pembimbing terus menerus menyemangati para jemaah, "Bapak-
bapak, ibu-ibu marilah kita sabar, berdoa dan bermuhasabah
kepada Alloh agar cobaan ini segera diangkat dari kita semua."

Jemaah yang udah lapar banget berdoa,"Ya Alloh turunkanlah
azabMu kepada orang-orang yang berbuat dzalim ini".

Satu persen aja dari 180 ribu orang yang doanya kayak begitu,
selesailah karir bapak di departemen.

                                                * * *

Jemaah haji Indonesia percaya banget dengan yang namanya
pengalaman spirituil di tanah suci Mekkah. Kalau kita selama
hidup sering berbuat baik, peribadahannya di tanah suci
biasanya lancar-lancar saja. Sebaliknya kalau selama ini kita
menjalani hidup bisa dikatakan kurang baik, katanya ada aja
cobaan, peringatan atau kejadian yang susah diterima akal.

Dan yang haqqul diyakini adalah selama beribadah hindarkanlah
diri dari perangai dan kata-kata yang takabur, berprasangka
buruk, mengeluh, menghardik dan melanggar. Yang udah-udah hal
seperti itu dikontanin, biasanya punishment dijatuhkan segera
sama Yang di atas.

Syukur-syukur kalo kita langsung inget dan cepat istigfar.
Biasanya semuanya segera baik-baik lagi.

Sebenernya intinya (sori banged nih, ini sih konklusi gue aja,
bukan mendakwahi), sekiranya kita semua itu ya aware bahwa
setiap perbuatan itu baik atau kurang baik, ada orang yang
lihat atau nggak ada yang lihat, di tanah suci atau di tanah
air, yakinlah kalau Tuhan itu Maha Melihat.

Tahu kan iklan rokok itu tuh, yang cewek belokin mobilnya di
putaran yang ada rambu dilarang muternya.

"Maaf mbak apa nggak lihat rambunya?" tanya pak polisi,
Lalu jawab si cewek,"Lihat kok …",
"Lantas kenapa dilanggar ….", kata pak polisi yang pake
kamuflase daun-daun itu,
"Kan nggak ada yang jaga …. "

Yaaah gue begitu juga sih, tetapi di tahun 2007 ini ada dong
spirit mengurang-ngurangi yang salah-salah. Iya nggak!?

                                                * * *

Supervisor yang ditugasi untuk mengawasi pelayanan katering
haji yang bermasalah itu ditelepon menteri agama.

"Pak Salim, bagaimana kateringnya kenapa tidak mengirimkan
makanan ke maktab-maktab?" tanya menteri.
"Mereka tidak masak pak menteri", jawab Salim.
"Lha kenapa kok ndak masak?" tanya menteri makin bingung.
"Iya lah, apa yang mau dimasak. Mereka juga nggak belanja pak",
jawab Salim lagi.

Kok ya sama dengan di rumah, isteri gue juga nggak masak,
soalnya ya nggak belanja juga.

Bedanya, kalau kita di sini lapar, asal kepala  keluar dari jendela,
plang billboard KFC dan Hoka Bento di Metro Trade Center kelihatan
dari rumah. Di Arafah, sejauh mata para jemaah memandang hanya
bukit-bukit batu, padang pasir dan tenda-tenda jemaah haji lainnya.

Katanya satu-satunya yang bisa dilakukan hanya menelepon
layanan delivery?

No teleponnya 25564 bukan 14045.