Aku baru baca tulisan anyar Sam Harris: Letter to a Christian nation. Seger! Sam ini tidak ‘minggring2’ (hati2 / sopan santun) dalam berkomentar – tos blong!Kurasa buku ini sangat amriki dalam esensinya, yaitu tanpa basa basi menjelaskan apa yg dimaksud.
Thesis utamanya adalah: US saat ini dalam tikungan yg sangat berbahaya, secaramoral indefensible — mirip spt debat anti-slavery seratus-lima puluh tahun yl.Yaitu tabrakan antara faith agamawi dan realitas.

Separoh lebih rakyat US masih percaya faith-christian yg irrasional ttgketuhanan yesus dan akibat2nya. Posisi ini sangat berbahaya mengingat adanyaancaman faith-islam yg sangat keras spt komunisme. Ancaman jihadistinternational ini sama sekali tidak cukup ditalangi mentalitas faith-christianyg sekarang ada!

Ini kurasa issue yg mendasari semua debat agama / jihad / teror saat ini.Walau aku tidak 100% setuju pada premis Harris ttg ‘ketidak-nyataan’ faith dalamkemanusiaan (kita tidak tahu semua ttg manusia untuk bisa mengatakan bahwa faithyg non-rasional itu samasekali tidak berguna bagi kemanusiaan — atau dari sisilain, maka kemampuan kemanusiaan itu tidak bisa dinilai hanya dari satu sisirasionalitas — ini thread lain kalau perlu).

Tetapi tekanan Harris pada realita – kenyataan — yg didukung sepenuhnya olehscience — adalah sangat perlu. Perlu bagi US saat ini, dan kemanusiaan abad 21secara umumnya.

Harris menulis buku ini dari sudut pandang seseorang yg hidup di US – sptrealita dirinya. Dia membahas titik2 penting dari faith-christian (FC – dan FIuntuk Islam). Implikasi2 dari FC bisa sangat berbahaya – dia katakan. Misalnyakepercayaan akan Rapture – datangnya jesus sang hakim sebentar lagi (dalam 50tahun mendatang) — jelas sangat berbahaya. Apalagi dengan adanya jihadist didunia.

Bahkan sampai ke piousness mother theresa – yg spt layaknya katolik, sangat antiaborsi dan kondom. Dia katakan bahwa keimanan theresa sangat berbahaya, karenadia mengutuk aborsi melebihi kejahatan manusiawi lain. Padahal setiap detik adaanak perempuan yg diculik, di perkosa dan dianiaya di bumi ini. Pembantaianmassal terjadi tiap saat.

Harris membahas satu persatu – termasuk ayat2 bible — ide2 FC yg dianggap’luhur’ yg ternyata sangat berbahaya jika di implementasi secara nyata. Tentusaja spt judulnya Harris ‘membantai’ FC ini tidak berarti bahwa FI(slam)dianggapnya lebih baik. FI adalah versi FC 300 tahun yl! (ini note untuk merekayg mengira DVC mendukung Islam – jesus bukan tuhan tapi koran juga bukanomongan allah! 😛 )

Keseluruhannya, buku Harris ini sangat perlu dibaca siapapun yg menganut FC daningin hidup di abad 21. Apalagi untuk amriki FC, yg memang dituju Harris.

Di ujungnya, Harris juga mendukung buku2 Dawkins (God Delusions, wah nampaknyaaku nggak sempet baca buku bagus ini — siapa mau comments??) dan Dennets.

Kritikku pada Harris ini adalah sama spt kritikku pada Dawkins soal agama:pandangan radikalnya. Faith mempunyai banyak kritik itu jelas, tetapi jugasangat jelas bahwa faith itu – spt usus buntu dan wudel — adalah bagian darikemanusiaan kita.Kita tidak akan ada disini saat ini tanpa adanya faith dalam sejarah kemanusiaan- dan walaupun pisau kenyataan science membelah science (spt halnya bidang2 lainspt geologi, biologi dst) jauh lebih rinci saat ini — dan benar! — kita tidakbisa mengatakan faith itu ‘harus dikikis habis’ spt yg mereka katakan.

Pada jamannya – mengatakan tuhan itu orang tua bejenggot dilangit adalahpernyataan yg paling mendekati realita (sama spt bumi itu datar diatas kura2),dan memberi sumbangan pada kemajuan kemanusiaan pada saat itu. Bahwa kini kitatahu persis bahwa tidak lagi benar – karena perkembangan science — adalah suatukemajuan bagus.

Tetapi tidak berarti bahwa seluruh bangunan faith itu jadinya dianggap palsusia2 atau even ‘root of all evil” itu. Ini sama spt mengatakan bahwa api adalahsumber bencana karena dari teknologi itulah kita bisa membuat dinamit dan bom.

Disisi sebaliknyUna – seruan2 Harris cs ini sangat perlu — karena spt statistikTime menunjukkan, dunia ini masih dipenuhi mereka2 yg masih sangat dangkalpemahaman kenyataannya. Mereka2 masih percaya dunia datar diatas kura2! Sptucapan mufti AU hilaly soal feremfuan yg dianggapnya full-vagina doang itu.

Jadi, overall aku masih suka pada tulisan2 Harris cs ini — karena sisi jeleknyalebih kecil daripada sisi bagusnya. Saat ini kita semua memang sedang ditikungan besar abad 21 — suatu masa dimana kita masing2 bisa mempunyaiknowledge melebihi nabi2 masa lalu. Dan suatu kesadaran untuk ‘naik pangkat’dalam keimanan kita sebagai manusia.

Kita tidak perlu menghina nabi2 masa lalu yg masih percaya bahwa dunia berputarmengeliling mbah nya masing2, bukannya bumi mengelilingi matahari yg merupakansatu dari seratus milyard bintang di galaxy kita, yg merupakan salah satu darimilyardan galaxy lain di seluruh universe. Karena memang begitulah pengetahuanmbah kita dulu.

Mereka tidak goblog – memang baru segitulah pengetahuan mereka, dan mereka tidakbisa meng-google informasi2 ini … 😛

Jadi kesimpulannya, Harris ini merupakan salah satu aktifis yg perlu saat ini. Spt halnya greenpeace, aktifis2 spt ini memang perlu kontras dan omongan nylekitagar bisa didengar massa dan pesannya kesampaian. Sehingga one sided.

Pesan mereka sangat penting — spt halnya pesan Al-Gore di ‘Inconvenient Truth'(ini juga film yg aku sangat anjurkan kalian semua nonton! sangat persuasif soalglobal warming — dan tidak sulit untuk mengikutinya, kalau kalian dhong DVCpasti dhong film ini .. he he).

Ya, pesan Harris dan Dawkins soal faith ini sangat penting. Untuk menyadarikenyataan di abad 21. Membaca alkedah secara seharusnya.Dorongannya untuk melepas agama tidak seluruhnya perlu, tetapi revolusi dalamagama memang sangat perlu. Harris mengutip beberapa kali Jainism – agama kecildi India yg mengajarkan moral secara jauh lebih konprehensif dan benar daripadakristen (dan islam!). Kurasa dia benar. Ajaran moral abidhamma juga jauh lebihlengkap dan ‘tidak bolong2’. Kurasa karena ajaran2 ini tidak lagi juvenile sptpada agama samawi.

Dewasa.Itu kuncinya. Faith secara dewasa, bukan secara kampak2an ala abu afak ataudavid dan dongeng2 taurat lainnya. Buku harris ini membahas bible,old-testament dan new secara sangat ‘terarah’ – mirip spt Blogging the bible nyaSlate. Kurasa kalo ada isfuns yg ingin menyerang agama kristen mereka bisamendapat amunisi jauh lebih lengkap dan tak terbantah dari buku2 ini (sayangnyakitab suci mereka sendiri juga bakalan kena! 😛 )

well.new spiritualism 21th century!

b@b021106