Sabtu yang lalu, kita sekali lagi  kehilangan seorang pecinta Indonesia. Daryl Duke adalah seorang film director terkemuka, penulis dan juga pemilik stasiun TV.

Database film IMDB: http://www.imdb.com/name/nm0241174/ memuat puluhan film film yang dibuat Daryl, diantaranya termasuk film “The Thorn Birds”, Tai-pan dan Columbo.

Berita yang cukup  lengkap ada di CBC: “He won an Emmy Award in 1971 for The Day The Lion Died, an episode of NBC’s The Senator television series starring Hal Holbrook. Other awards include a Genie, then known as the Canadian Film Awards, for best film for The Silent Partner (1978) starring Elliott Gould, Christopher Plummer and Susannah York.

He garnered Emmy and Directors Guild nods for The Thorn Birds, starring Richard Chamberlain and Rachel Ward. The nine-part series was the second-highest-rated miniseries on American television at the time, behind Roots.”

Pengetahuan dunia filmnya Daryl luar biasa. Bagai ensiklopedi berjalan saja. Pernah suatu saat kami membicarakan dunia film. saya lupa nama suatu film dan dengan hanya menyebutkan satu dua kalimat saja dia bisa menerka dengan tepat judul film dan nama nama pemain utamanya.

Yang ingin saya kenang saat ini bukan karya karya Daryl di perfilman tapi kaitan Daryl dan Anne Marie dengan Indonesia. Sejujurnya baru 1 filmnya Daryl yang saya pernah tonton, yaitu"The Thorn Birds".

Saya mengenal Daryl secara pribadi baru sejak awal tahun 1990an. Isterinya Anne-Marie adalah kelahiran Indonesia yang konon keturunan kraton Cirebon. Pertama kali kita berjumpa dan diperkenalkan pada suatu resepsi lebaran pada awal tahun 90an.

Daryl sangat bersemangat berbicara mengenai Indonesia.  Pada suatu resepsi peringatan Hari Proklamasi 1997  dia berkata serius: “Indonesia saya yakin bisa maju setara dengan negara maju, kalau saja pemimpinnya berani mengakui kesalahan kesalahan besarnya.” Saat saya tanyakan kesalahan yang mana saja, dia sebutkan yang terutama adalah pembunuhan besar besaran tahun 1965-1967 setelah G30S. Indonesia – katanya baru bisa menjadi negara besar kalau sudah bisa mengakui kesalahannya dimasa lalu.

Kontak-kontak pribadi umumnya lewat tilpon karena kami tinggal berjauhan. Salah satunya adalah setelah kecelakaan pesawat terbang  yang dialami Daryl dan Anne-Marie. Kecelakaan itu hampir saja merengut jiwa pasangan Daryl & Anne-Marie. Saat berikut yang saya ingat adalah ketika Anne-Marie mengurus ijin sebuah stasiun TV baru,  Daryl menelpon suatu kali ketika menulis essay mengenai kebebasan pers di Indonesia (kasus Tempo dan Detik). Saat itu e-mail pasangan Duke menggunakan nama “adipati” – yang membingungkan saya. Baru setelah mendengar penjelasan Anne-Marie saya baru sadar, nama “adipati” itu dipakai sebagai pengganti “duke.”

Daryl “Adipati” Duke adalah seorang humanis yang mengagumi karya karya Pramoedya Ananta Toer. Perpustakaan Daryl menyimpan lengkap semua karya Pram. Daryl seorang pluralis sejati, isterinya orang Indonesia, teman temannya dari berbagai etnis/ras Impian Daryl dinytakan dalam pesannya pada lulusan baru  Simon Fraser University tahun 2004: "I wish you well and I hope in your future – while you are occupied with all your different dreams and endeavours – that you do not forget to make Canada known as a country rich with great diversity. A country that has a million Chinese, hundreds of thousands who speak Spanish, Hindi, Vietnamese, Arabic and Pharsi."

Kontak kami terakhir adalah pada tahun 1999. Waktu itu dalam rangka tour  Pram ke Amerika Utara,  Daryl minta agar dia diberi kesempatan membuat wawancara dalam bentuk film dengan Pram.  Daryl sampai sekarang masih ada “hutang” pada saya, dia belum sempat memperlihatkan film dokumenter Pram pada kami semua. Sekarang dia sudah tiada. Pram juga sudah tiada. Bye Daryl…

2006-10-23 

Tambahan & sumber kutipan:

Situs resmi Daryl Duke: www.darylduke.com memuat riwayat hidup dan karya karya Daryl Duke 

review dari beberapa film Daryl Duke di New York Times: http://movies2.nytimes.com/gst/movies/filmography.html?p_id=88388 

pidato Daryl Duke: http://www.sfu.ca/mediapr/convocation/Daryl_Duke.html 

ucapan duka cita:info@darylduke.com