Pensiun artinya seseorang yang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan diberhentikan dengan baik-baik. Seseorang yang pensiun biasa mendapat uang pesangon atau uang pensiun, yang diatur oleh undang-undang. Umumnya ada tambahan dari Pemberi Kerja yang dikenal dengan nama uang tali asih.

Jika seseorang itu pensiun ia akan mendapat semacam gaji sampai meninggal dunia dan kalau ada istri yang sah, maka uang pensiun akan dibayarkan kepada istri sampai meninggal dunia.

Saya sudah pensiun sejak September 2004, umur waktu itu 59 tahun. Apakah saya realistis dalam menentukan usia pensiun saya ? Apakah saya akan mengalami post power syndrome ? Apakah saya menganggur ? Apakah saya masih bisa berkarya ? Apakah saya akan kehilangan teman ? Apakah keluarga akan morat marit ? Gara-gara pensiun maka pendapatan  tentu akan berhenti, apa pengeluaran bisa lancar jalan terus ? Apa saya harus merubah pola hidup saya ?  Apakah saya bisa tetap bahagia ? Bisa tenang ? Bisa menikmati hari2 tua saya ?  Apa saya akan cepat pikun ? Apa saya sudah kelihatan uzur ?

 Itu sebagian dari pertanyaan yang berada di otak saya. Dan saya menganggap sebagai tantangan baru yang harus diatasi, bukan untuk dihindari.  

 Sejak tahun 1971 saya mulai bekerja – saya biasa pergi pagi dan pulang sore, kadang2 saya pulang malam, sekarang di awal Oktober 2006 saya ada dirumah dari pagi – siang – sore – malam, kalau mau. Tidak ada sekretaris, tidak ada kawan kantor, tidak ada client yang complaint, tidak ngurusin / ngejar2 order, tidak punya bos, tidak ada anak buah, tidak ada dering telpun, tidak lagi memimpin rapat, tidak lagi memberi supervisi, tidak punya kantor.

Minggu pertama, kedua sampai sebulan lamanya sejak pensiun saya benar-benar berada di situasi yang aneh. Saya mengerjakan sendiri semua pekerjaan. Saya membaca buku-buku yang ada dikamar kerja sampai puas, saya main organ berjam-jam sampai puas, saya main golf setiap 2 hari sampai puas, saya ngantar istri atau lebih tepat nyopirin mengantar istri ke supermarket, kepasar tradisionil, kepengajian nya sampai puas. Saya ke Mangga Dua berkali-kali sampai puas. Saya pergi mengunjungi pertokoan2 dan mall2 yang baru, yang belum pernah saya kunjungi. Saya kunjungi pameran di JCC berjam-jam di JCC sampai puas.  

Saya ke Prodia untuk medical check up memeriksakan semua organ tubuh, test darah, test kencing, test puk, test apa saja yang tersedia di Prodia. Hasilnya menggembirakan untuk orang seusia saya masih bagus. Asam urat dan trigliserida berada di angka normal, kedua item itulah yang saya perhatikan dengan betul2. Saya tahu bahwa metabolisme badan saya tidak sebagus ketika umur masih kepala 2 atau kepala 3. Sejak 10 tahun terakhir, asam urat akan tinggi kalau banyak memakan kacang goreng, kacang mete, emping, jeroan, tempe goreng. Trigliserida akan naik kalau makan banyak goreng2an atau makanan yang berlemak atau daging kambing atau daging sapi. Makanan2 itu sudah saya 'talak' untuk dikurangi atau kalau perlu tidak dimakan, kecuali terpaksa.

Intinya sebulan pertama saya gentayangan tapi tetap terkendali dan terkontrol. Saya mengejar ketenangan batin, saya mengejar kebahagiaan hati, saya silaturahmi kemana-mana. Saya menikmati sekali seolah olah saya sedang cuti.

 Saya  bukan orang malam, saya bukan penjudi, saya bukan perokok, saya bukan peminum alkohol. Pola hidup saya yang sudah saya jalani selama kawin dengan Nur itu menguntungkan saya dibulan pertama pensiun. Beberapa executive dari Humpuss waktu tahu pola hidup saya seperti itu pada awalnya sempat bergunjing dan diolok-olok, sampai2 saya mendapat julukan Ketua PSTI (Persatuan Suami Takut Istri).

Kalau ada perlu, saya pergi disiang hari dan sore atau malam sudah berada dirumah. Kebiasaan saya untuk tidur antara jam 2100 – 2200 saya teruskan, kadang2 bangun jam 2 pagi sekali hanya untuk nonton bola. Saya menyenangi bangun pagi sekali antara jam 4 pagi, siap-siap untuk sholat subuh, kemasjid terdekat atau dirumah berjamaah dengan istri. Jam 5 sudah siap untuk berangkat main golf atau jalan2 mengelilingi kampung Condet selama 1 jam, sesudah itu baru mengerjakan yang lain.