Tag

 Mumpung ada waktu luang, saya ingin mengucapkan terima kasih atas berbagai artikel inspiratif yang sering Pak RM share di milis Apakabar ini.


Membaca keberhasilan seperti Tata ini seharusnya memberikan semangat
pada kita semua. Orang-orang India memang terkenal sebagai pekerja
keras yang pantang menyerah, pantang merengek pada nasib, dan dengan
sendirinya: deserve the best! Tapi keberhasilan bagi mereka pun,
tidak selamanya dihitung melulu dari segi ekonomi. Setelah tahap itu
tercapai, banyak yang menoleh pada kemanusiaan.

Seperti contoh yang pernah Pak RM share di milis ini, masih saya
ingat: Jaipur Foot.

Baru-baru ini saya mnembaca buku yang berjudul "The Fortune at the
Bottom of the Pyramid" - Eradicating Poverty Through Profits, karya
Management Guru C.K. Prahalad. Musim semi lalu saya sempat mendengar
ceramahnya mengenai eradicating poverty through profits ini, dan
terkagum-kagum dengan film dokumenternya tentang berbagai kegiatan
sosial yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di dunia sambil tetap
bisa menghasilkan profit yang signifikan!

Salah satu scene dalam film yang selalu terbayang-bayang di benak
saya adalah seorang anak laki-laki kecil India yang dengan gembira
sanggup berlari-lari, memanjat pohon, berjongkok, dan melakukan
berbagai aktivitas dengan kaki palsunya. Jaipur foot.

Awalnya, penemu kaki palsu Jaipur Foot, Ram Chandra, sangat prihatin
dengan banyaknya pasien yang harus diamputasi kakinya di kota
Jaipur, India, karena berbagai sebab. Ia ingin menolong para pasien
tanpa kaki ini dengan menciptakan kaki palsu yang bisa menstimulasi
gerakan kaki normal dengan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat.
Dengan dibantu oleh Dr. P.K. Sethi seorang ahli bedah tulang, dan
Dr. S.C. Kasliwal, serta Dr. Mahesh Udawar, Chandra menciptakan dan
menyempurnakan kaki palsu berkualitas tinggi dari bahan-bahan yang
relatif murah seperti busa, lelehan alumunium, dan karet.

Tak dinyana, kaki palsu Jaipur Foot ini ternyata jadi sangat
istimewa, menyamai bahkan melebihi kualitas kaki palsu lainnya di
dunia, dan ternyata dibutuhkan di mana-mana karena fleksibiltasnya.
Keistimewaan lainnya: harganya jauh lebih murah dari kaki palsu
berkualitas lainnya. Sebagai contoh, harga kaki palsu (berikut
fitting dan pemasangan) Veriflex berkisar antara US $ 3,700, College
Park berkisar sekitar US $ 2,700, sedangkan Jaipur Foot hanyalah US
$ 30!!! Di banyak tempat, kaki palsu Jaipur Foot ini malah diberikan
secara cuma-cuma sebagai sumbangan sosial. Ribuan penderita amputasi
yang telah menikmati manfaat Jaipur Foot ini tersebar di berbagai
negara seperti Afghanistan, Bangladesh, Dominican Republic,
Honduras, Indonesia, dan lain-lain.

Yang mengesankan adalah: penemunya tidak ingin mematenkan penemuan
itu! Ia ingin menyebarkan kaki palsu itu sebanyak-banyaknya sebagai
kegiatan sosial. Lalu di dalam buku itu dibahaslah bagaimana banyak
perusahaan-perusahan di dunia tetap bisa mendapatkan keuntungan
sambil tetap melakukan sumbangan yang besar terhadap kemanusiaan...

Komentar Bill Gates terhadap buku ini, "C.K. Prahalad argues that
companies must revolutionize how they do business in developing
countries if both sides of the economic equation are to prosper.
Drawing on a wealth of case studies, his compelling new book offers
an intriguing blueprint for how to fight poverty with profitability."

Jadi, sekarang ini saya melihat adanya gerakan-gerakan sosial
positif seperti ini, yang scope-nya mulai membesar. Bill Gates.
Warren Buffett. Richard Branson. Bill Clinton. Dan lain-lain.
Berbagai manusia yang memiliki power mulai berupaya memikirkan
bagaimana meratakan kesejahteraan di dunia ini...

- Laksmi