Saya juga berpuasa, tapi sama sekali tak terbetik sedikitpun dibenak saya bahwa saya akan dapat pahala dari puasa ini. Biar mereka gembar-gembor bahwa upahnya besar di akhirat, saya yakin itu nggak bener. Apa untungnya puasa kalau hanya memenuhi keinginan selfish untuk dapat pahala.


Tapi mungkin itukarena saya nggak merasa puasa saya sempurna, seperti para mullah danpetingi Islam yang mengatur ritual ibadah puasa. (tahun lalu saya sahur jam5:15, padahal mesjid lokal mengumumkan sahur terakhir jam 4:30pagi, karenasesudah jam 5 matahari akan kelihatan. Wah yah tergantung darimana melihatmatahari munculnya, kalo lagi naik pesawat, jam 3 pagi juga matahari sudahmuncul. Tapi kalao tinggal di lembah yang dikelilingi gunung, jam 8 pagibaru matahari mulai kelihatan). Tapi saya nggak peduli aturan ritual paraDai dan modin, wong saya tujuannya bukan untuk dapat pahala kok.

Puasa saya lakukan untuk diet, ini saya ikuti dengan olahraga pagi. Yang penting waktu sahur dan buka nggak terlalu banyak makan, ngemilnya jugabanyak buah dan sayur, bukan junk food, (walaupun sebenarnya akan lebihtahan kalau puasa itu makan daging yang takes long to digest and thus stays long in the stomach). Malah ada saran makanan tertentu yang bisa dimakanagar puasa siangnya nggak terlalu lapar. Yang penting bagi saya: takseorangpun tahu, baik di kantor maupun di kelas, bahwa saya puasa (kecualiyang ke mesjid deket kampus).

Puasa saya lakukan juga waktu lapar saya bisa prihatin — keprihatinan sayamendorong say untuk konsentrasi, dan bisa nulis dan baca banyak.Keprihatinan juga untuk ikut merasaakn pedihnya kemiskinan di Indonesia, didesa saya dimana masih ada orang makan satu kali sehari atau makan tiwulatau nasi aking.

Puasa membawa saya kekesederhanaan dan kerendahan hati, nggak perlu yang mewah-mewah, dan mengajar saya untuk irit dan save money untuk bisa mnolongsodara lain yang kekurangan.

Nah pelajaran seperti ini semua bagi saya sudah merupakan rahmat dan pahala.Jadi bagaimana orang yang mencari pahala dengan puasa, ibadah haji, zakat,sholat, dll. Bagi saya itu tujuan Nol besar, pahala itu hanya bisa diukurdengan apa yang didapat sekarang, karena soal yang didapat nanti hanya Alloh yang tahu, dan manusia tak mempunyai hak dan kemampuan untuk tahukehendakNya itu, apa lagi menghakimi siapa yang dapat pahala seberapa dansiapa yang tidak.

Jadi supaya tidak mimpi terus, kita harus memikirkan apa dampaknya sekarang,bukan mikirn akhirat terus.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa.

siti

______________________________