Bagaimana kita melihat perubahan dengan jalannya waktu?



Belum lama ini aku nonton film yg dibuat kira2 sepuluh tahun yl, dan salah satu
indikator yg segera terasa 'cleng - salah' adalah waktu sang pelaku memakai
telpon mobile (HP) nya, telpon itu masih pakai antena. Segera terasa ada
anakronisme. Dan setelah lebih teliti melihat pakaian yg dipakai mereka, secara
lebih subtle juga tampak bahwa film ini tidak dibuat tahun 2005.

Model mobil juga tampak. Dari model 60an yg pakai 'kepet' (semacam spoiler
diseluruh body - mungkin banyak dari kalian belum pernah lihat :P ), sampai
model 'kotak' ala mazda kotak, lalu mulai membulat spt corolla dan civic. Lalu
mulai 'bagong' dimulai oleh mercy bagong. Lalu semakin aero dynamic dengan
lampu depan mepet spt di genjot oleh BMW. Sampai kini yg gepeng lurus dari
depan 'modernistik' (perlu di quote karena sebentar lagi tentu model ini tampak
sangat kuno juga).

Demikian juga model fashion. Rambut ala 'bitel' (beatles) di tahun 60an dulu yg
membuat kusplus masuk bui karena 'ngak ngik ngok' itu di jaman sekarang bukan
hanya tidak dianggap hebat, malah mungkin dianggap sissy (= waria style)!
Dijebol oleh hard-rockers, lalu punk-rockers, lalu edan2an sampai J-rock kini
(yg bagiku tetap saja: fashion is not for men! :P )

Juga komputer. Mendeteksi film2 baru (spt Stormbreakers tuh! jelek) sekarang
adalah dengan melihat model komputer mereka. Semua harus LCD flat. Kalau masih
pakai CRT definitely non-2000ish.
Kalau masih green screen - tambah payah lagi. Apalagi kalau masih satu ruang
dengan lampu kedap-kedip tape reader segede kulkas muter2 bolak-balik!

Yang hebat lagi, bagi seseorang berumur beberapa dozens tahun -- semua perubahan
diatas dilihat secara langsung .... tanya bapak atau engkong kalian. 1950an
itu beda sekali dari 1960an -- yg juga beda dengan 1980ish, dan luarbiasa beda
dari 2000ish.

Aku masih belajar komputer pake mainframe - dengan JCL di terminal yg ngantri
pake jam2an kayak brothel modern :P -- lalu ber-jam2 di puch-card machines yg
kayak ATM mutant itu. Koleksi punch-cards ku dulu juga kayak punya si Apu di
film Simpson ... :P
Lalu ada Sinclair - yg bisa main2 basic secara personal. Lalu Apple 2 sampai
2e. CPM cards. PC, PC XT, PC AT dst dst. Sekarang malah sudah behind the
curve ..... :(

Ya, 1960ish itu beda sekali dari 2000ish secara tampak nyata. Department stores
dulu cuman bayangan, sekarang ngambyah di-mana2 -- malah developernya sudah
mulai merugi!
Padahal baru 40 tahun lewat.

-
Di bidang real science?
Ada area2 yg sudah sangat super beda dalam waktu 40 tahun ini. Ada yg masih
recognizeable.
Genetics, dulu masih science fiction, sekarang sudah real science, bukan hanya
kita tahu bahwa dalam sel2 eukaryotes (spt sel2 kita) ada mitochondria yg punya
DNA sendiri, sekarang kita melihat teori virus sebagai sumber dari chromosome
kita (ini gegeran 10 tahun lagi!).

Dulu mau baca spekulasi yg hebat2 harus baca dari Amazing stories / komik /
novel scifi ala Asimov, Heinlein dan Clarke (hello KM!) sekarang malah kudu baca
dari New Scientist, Science, Scentific American (atau bloggers spt fave ku The
Loom nya Carl Zimmer). Lebih syulits, karena bener! (ini spt komen KM ke VH,
memang harus 'upgrade' spt ini untuk even just follow the topic).

Dalam Geologi, plate-tectonics (teori pergeseran benua) dulu masih spekulatif,
sekarang sudah sangat mapan. Dalam metallurgy, sekarang segala jenis material
bisa dibentuk, termasuk material2 exotic spt super conducting ceramics.

Digital technologies apalagi - level kompleksitas diatas kompleksitas nya sudah
keterlaluan, jika beberapa tahun yg lalu kata2 4GL (fourth generation language)
kayaknya avant garde, sekarang sudah basi! Spt HP 3G - belum sampe dhong sudah
basi! :P

Banyak sekali area science dan teknologi berubah total dalam kurun 40 tahun
terakhir.
-
Tidak semua.
Lagu klasik misalnya, masih recognizeable -- walau sekarang kita punya Ten
Tenors atawa Yo yo ma, pergeserannya tidak terlalu besar.
Filsafat. Daniel Dennet (dan Sam Harris) membongkar banyak bangunan lama dan
mengubahnya dengan memasukkan teori2 baru ttg human mind spt memetics dan mind
teories lainnya. Tetapi classical studies masih tetap bisa jalan.

Psikiatri - ber-ayun2 dari couches or drugs -- walau progress dalam drugs sangat
pesat tetapi masih recognizeable (Tom Cruise scientologist itu ngotot periode
waktu kesalahan2 banyak terjadi dalam eksperimen2).

Kita dengan mudah juga melihat bahwa perubahan2 terakhir lebih cepat, Tahun2
1990 - 2000 lebih beda dari 1950 - 1960. Ini juga berlaku terus, 1900 - 1910
hampir sama saja. Tahun2 1800 - 1810 bisa dikatakan identikal. Apalagi tahun2
1000 - 1010, atau 760 -770 atau 0 -10.
Bahkan dalam jangka waktu 500 tahunan pun mungkin tidak banyak beda.

Jadi anakronisme itu tidak linier terhadap waktu. Sama spt watak teknologi yg
mempunyai sifat positive feedback (semakin cepat perubahan yg terjadi maka
semakin cepat percepatan akan perubahan).

Bagaimana dengan Agama?

-
Nah ini gongnya.
Aku baru selesai nonton seri terakhir dari PBS Nova Evolution yg berbasis buku
Carl Zimmer itu: seri ke 7 "What about God". Keseluruhan seri ini, dibuat 2001
kalau nggak salah - terasa agak dated, info2 terakhir belum masuk.

Tetapi debat di seri 7 ttg ajaran evolusi dan Agama itu masih relevan (kasus
Dover tentu saja belum masuk) dan digambarkan secara cukup manusiawi. Berimbang
dan menarik. Perjalanan pergulatan batin beberapa anak2 di US, Wheaton College
dan high school. Mereka yg diajari agama (kristen protestan mostly) literal dan
kemudian belajar science di sekolah2.

Ada pergulatan pribadi anak muda Nathan vs ayahnya Jim. Nathan kuliah geologi di
Wheaton, dan mempertanyakan keakuratan ajaran bible literal yg ditelannya sejak
kecil. Film ini mengikuti kehidupan keseharian Nathan di dorm Unis - mengikuti
debat2 (dan dosen2 yg berani - Keith Miller --maupun yg 'main safe' tidak mau
gegeran sama fundies); serta kehidupan agamis kental nya di rumah bersama
keluarga termasuk seorang nenek yg semuanya fundie orisinal. Percaya bible
literal.

Mereka mengatakan bahwa Jesus datang kebumi untuk melepaskan manusia dari
bondage of sin; artinya ada sins duluan - yaitu pelanggaran yg dilakukan oleh
Adam. Jika Adam itu tidak diakui ada sebagai pribadi - maka mereka merasa
keseluruhan bangunan faith mereka runtuh habis. Plus tentu saja konsep 'turunan
monyet' yg appaling itu! Di gereja2 mereka, pastors (pendeta) nya khotbah
literal abis - dan mengatakan mereka2 yg mengajarkan evolusi itu adalah 'agen
setan' yg mau menghancurkan manusia. Gereja nya pake nyanyi2 di pimpin country
singer - dengan lagu2 yg teks nya sungguh2 direct, mengatakan evolusi itu
satanic dllsb. (side comment: suasana gereja2 bible belt fanatis ini kurasa kok
mirip sama khotbah2 jumat di masjid2 ngindo .. topiknya bukan science tapi
fervor / ngamuknya itu lho ..)

Film ini berhasil juga mewawancarai bukan hanya si Nathan, tapi juga Jim dan
sang pendeta fundie Ken. Jim worried bahwa jika Nathan benar2 percaya spt itu,
maka 'jiwanya tidak akan terselamatkan' - dia akan mati sebagai pendosa dan
nggak ketemu lagi (di surga maksudnya!) dengan keluarga ... pede beh!
Nathan masih berdoa bersama dan tidak mengatakan bahwa dia melepas agamanya,
cuman 'aku ingin melihat apa yg God sesungguhnya lakukan, literal interpretation
bukan satu2nya interpretation'.
Yang menarik adalah komen sang nenek (kriput tuwo beneran!) yg ditanya apakah
dia worries jiwa sang cucu bakal kaco, dia mengatakan tidak. He will search,
and he will find his own. Ini benar2 bagus. Beda dari sang ayah yg kul-yakin
ttg ancaman masa depan nraka.

Bagian kedua dari film ini ttg debat di Jefferson High School - setelah anak2
umur 14-15 tahun tahu2 mengadakan petisi terbuka mendesak pengajaran ID /
creation science di Biology class sejajar dengan Evolusi. Ini fenomena
menyedihkan, karena anak2 yg relatif belum matang ini dipakai sebagai prajurit
dalam peperangan agama. Merusak mental mereka. Akhirnya school board
memutuskan bahwa ID tidak bisa diajarkan di biologi karena bukan science; mereka
tidak menolak mengajarkan ID tetapi harus di kelas humaniora / ilmu sosial ttg
pemikiran manusia. Kurasa ini putusan sangat bijak.

Contoh2 ini menunjukkan betapa di Amrik (dimana penggunaan klewang untuk
memutuskan diskusi tidak lagi profitable ) pemikiran agama sama saja masih
sangat dangkal / literal. Sekaligus menunjukkan bahwa kedangkalan itu sangat
nyata, karena apa? Karena diajarkan dari kecil melalui keluarga dan institusi
(gereja, analogi mesjid untuk Islam). Ide2 yg tidak relevan lagi di pompa, di
cekok kan.
Dalam diskusi2 mereka yg juga nampak di film ini tampak sifat2 serangan mereka
ke evolusi atau science secara umum: "I was told that human beings are lifeforms
that started from .. slimes?" lalu ketawa2 mengatakan implicit betapa bodohnya.
Dalam diskusi internal kebodohan2 begini diumbar habis2an.

Dalam diskusi Nathan vs Jim tampak lebih mikir, walau tetap saja ide2 Jim sangat
maksa. Terutama ide yg berbasis "aku takut jiwamu nanti ke neraka" itu.

Tentu saja bagi kita2 yg dibesarkan dalam agama lain (Islam misalnya) debat kaum
kristen fundie ini sudah tampak lucu (karena alasan yg mungkin salah!). Siapa
bilang bahwa manusia Adam bawa2 dosa asal segala! Apalagi jika dilihat dari
kacamata science.

Satu hal yg sangat jelas dalam debat ID vs evolusi itu, jika kau tidak setuju
evolusi, maka kau tidak bisa mengatakan bahwa teori lain (ID) jadi 'sama
benarnya'. Karena ada sedikit sekali hal benar dan jutaan atau tidak terbatas
hal tidak benar. Benar tidaknya suatu idea itu bukan ditentukan oleh double
negative (= ideku beda dari idemu, karena idemu salah jadi ideku pasti benar
karena beda dari idemu).

--
Apa problem pemikiran2 literal agama?
Anakronisme.

Agama pada awalnya memberi penjelasan ttg segalanya bagi umatnya. Ya cara
hidup, apa yg bisa dimakan, bagaimana bersikap pada orang lain, ritual se-hari2,
cara berpikir, sampai ke penjelasan2 ttg kehidupan nyata.

Dan selama ribuan tahun jawaban2 yg diberikan agama ini 'seolah tepat'. Ajaran2
ini lalu dibakukan dalam berbagai ritual. Lalu ritual2 itu dicekokkan pada
child programming.
Manusia itu software oriented, bukan spt macan yg dibesarkan cara apapun selalu
jadi macan, manusia bisa dibesarkan menjadi macan (ganas pembunuh) atau jadi
gajah (damai tapi bisa ngamuk) atau tikus (penakut) atau bahkan robot tak
berjiwa. Tergantung programming masa kecilnya.

Ini sebabnya maka agama selalu menekankan pengajaran mati pada anak2 - generasi
berikutnya dari pendukung ide agama itu sendiri. Dengan cara spt itu suatu idea
bisa panjang umur, lepas dari isi idea itu sendiri (benar tidaknya).

Mekanisme spt ini sudah dibahas panjang lebar dalam Memetics, ide yg dilontarkan
oleh Dawkins, Dennet dan banyak lagi itu. Agama itu suatu meme-plex -- kompleks
meme yg saling mendukung. Sama halnya spt kultur. Manusia sebagai meme-bodies
ini juga berevolusi, memetics saling bersaing. Dan masing2 berusaha memenangkan
persaingan dengan segala cara, termasuk child programming itu, dan faith based
teaching -- artinya jika sudah faith, maka percaya tanpa bukti atau di depan
bukti yg berlawanan, itu malah heibath! Ini semua jelas2 racun secara
psikologis.

Disuatu saat di masa lalu, hal2 semacam ini tidak bisa dihindari, karena tidak
ada perbandingan lain.
Ini sama halnya spt teori bahwa bumi datar, matahari mengelilingi bumi -- hal2
yg juga diajarkan oleh agama2 tradisional tetapi sekarang sudah jelas2
terjungkal.

Karena bersifat kaku tidak boleh diubah - dan mempunyai watak meme-plex itulah -
maka ajaran agama menjadi ajaran yg paling sedikit berubah (sesungguhnya agama
juga berubah - jika kita mendalami sejarah detail mereka, baik kristen maupun
islam, tetapi ini soal / thread lain) dalam jangka waktu ribuan tahun terakhir.

Sehingga mengalami anakronisme paling parah dari semua konsep kemanusiaan.
Bayangkan ada teman anda sekarang ini jalan2 dengan rambut bitel dan celana
cutbray ketat di paha lebar dibawah dan nyanyi tom-jones songs (he he .. malah
bisa laku ding, jaman sekarang wathon suloyo! :P )

Apakah 'memang seharusnya' spt ini? Inilah pertanyaan yg terbesar.
Apakah worries spt Jim bapaknya Nathan itu, bahwa jika di terus2in Nathan bakal
masuk neraka dan dia 'merasa kasihan' itu benar (atau malah luhur?!). Apakah
pendapat spt ini tidak terlalu arogan? percaya sendiri yg terlalu besar -
menganggap tahu apa yg dikehendaki Allah - berarti malah mengecilkan arti God
itu sendiri?
Bagaimana dengan pendapat sang nenek ? yg juga sangat religious (dia yg ngajarin
Jim, cuman lebih tuwo jadi mungkin sudah 'jalan ditanah suci' dibanding Jim yg
mungkin masih 'SMP') dan tidak worried akan Nathan karena dia tahu Nathan adalah
'anak baik'.

Dan tentu saja ada mereka2 yg berpikir spt Dawkins soal agama: bahwa semua
ajaran itu bullshits. Dawkins bahkan beranggapan mereka2 yg 'middle of the
road' spt sang nenek (dan yours truly) itu the worst, karena tidak berani
menghadapi kenyataan bahwa god is dead. Ini kurasa juga anggapan yg tidak
tepat, tetapi perlu kita bahas ditempat lain, relatif problem spt ini (spt yg
tampaknya pada kimhook atau JQ :P) agak jarang terjadi .. dan lagi rata2 mereka2
ini tidak berbahaya ...

-

Kembali, perubahan2 pada pemikiran agama akan sangat sulit. Karena hal2 yg
inheren di ajaran agama itu sendiri sebagai meme-plex, dan karena anakronisme
ini.

Itulah sebabnya, kukatakan bahwa memahami science (atau tepatnya Kenyataan)
secara benar (which is difficult-- jelas tidak dengan percaya literal pada
iluminati atau rosikrucian atawa witch councils :P ) sangat perlu untuk kaum
pejalan.

Memahami sejarah. Dan bahwa science itu sendiri masih jauh dari lengkap, tetapi
lengkap tidaknya ini bukanlah yg utama -- karena seluruh kehidupan manusia itu
adalah perjalanan, dan perjalanan inilah yg lebih penting, bukan tujuan akhirnya
itu sendiri (kurasa abidhamma theravada yg paling eksplisit soal ini - walau
pemikir2 kristen dan islam juga ada yg sampai kesini, tetapi tidak pada central
tenet mereka).

Tulisan ini sudah terlalu panjang. Masih ada hal2 lain yg bisa di bicarakan ,
mungkin sebagai diskusi jika ada yg ketarik. Misalnya ttg hal yg praktis, di
Amrik spt film ini debat2 literal ini di resolve secara (sulit) diskusi dan
field trips -- di ngindo pasti lebih banyak lewat ancaman dan gebukan (yg
membuatnya lebih efektif - spt jaman dulu, anakronisme lagi!)

Buka sebagai thread baru.

b@b
20060924