Saya tidak tahu apakah berita ini sudah di muat di koran-koran di Indonesia, tapi lewat kontak saya di Surabaya yg bisa dipercaya (setidaknya bagi saya), tersebar berita bahwa masyarakat di sekitar pantai, yg peduli dgn lingkungan mereka, dan masyarakat yg kehidupan mereka berkaitan langsung dgn kelautan, "siap bergerak" bila lumpur Lapindo memang mau dibuang ke laut, bahkan, -ini persis kata kang Muroni- mereka siap untuk "carok massal" bila pihak otoriter memaksakan kehendak mereka untuk membuang lumpur Lapindo ke laut, sementara "kepastian" akan kemananan ekosistem laut sama sekali tidak ada jaminannya.



Simpang siurnya informasi atas aman tidaknya lumpur Lapindo untuk biota-
biota laut, kalau sampai lumpur itu benar2 akan dibuang ´mentah-mentah´
kelaut itulah yg membuat resah masyarakat yg kehidupan mereka
tergantung dari kekayaan laut.

Bergeraknya para pecinta lingkungan secara langsung turun bawah memberi
informasi ke masyarakat akan bahayanya bila lumpur itu dibuang ke laut,-
banyak sekali informasi yg senada dgn tulisan Kang Muroni soal
kemungkinan rusaknya ekosistem laut bila lumpur itu benar2 dialirkan ke
laut- juga telah berhasil menyadarakn masyarakat atas perlunya menjaga
lingungan hidup mereka demi kelangsungan hidup mereka dan generasi
berikutnya.

Kalau Menteri Lingkungan Hidup pada akhirnya benar-benar memberikan
ijin untuk membuang lumpur itu ke laut, maka sebelum hal itu dilakukan
musti ada koordinasi di tingkat bawah (desa/ kelurahan) selagi
masyarakat yg punya potensi untuk "di rugikan" belum bisa menerima
penjelasan sejelas-jelasnya, maka potensi untuk "carok massal" sangat
besar, waktu Kang Muroni nulis hal ini saya sempat senyum2 geli karena
saya anggap ini berlebihan,tapi perkembangan akhir-akhir ini, sesuai
informasi yg saya terima, ternyata masyarakat benar-
benar "terprovokasi" dan siap untuk "carok" demi menjaga lingkungan
hidup dan masa depan mereka serta generasi berikutnya.

One more, saya mau ngucapin thanks ke Kang Muroni atas tulisan soal
lumpur Lapindo,tulisan itu saya jadikan referensi untuk mem-warning
orang2 yg saya kenal yg mau peduli dgn lingkungan hidup dan
kelangsungan hidup generasi berikutnya, tanpa pengetahuan itu, maka
masyarakat awam (termasuk saya) akan merasa aman-aman saja bila lumpur
tersebut dialirkan ke laut.

Tapi bila ternyata hasil study lab. akhir menyimpulkan bahwa lumpur
tersebut ternyata aman untuk ekosistem laut, maka hasil riset tersebut
musti dibabar untuk publik dan bisa dijadikan argument untuk mematahkan
opini-opini(arguments) yg sanada dgn tulisan Kang Muroni, jadi tidak
ada unsur pat gulipat karena loby, semoga tidak ada aktor intelektual
yg melacurkan intlelektualitas mereka dgn taruhan jutaan jiwa manusia.

Warga sekitar Lapindo memang berhak untuk bernafas lega karena bebas
dari lumpur, tapi warga sekitar pantai dan mereka2 yg hidup tergantung
dari situ (laut) juga berhak untuk bertahan untuk hidup.