Berita yang masuk di media hari ini cukup banyak yang membuat saya menggelengkan kepala saat membaca. Dari kasus lumpur di Surabaya yang belum juga menunjukkan tanda2 usai, kasus calo dana bencana oleh beberapa anggota DPR, kasus frustasinya tersangka korupsi KPU (Daan) karena nasibnya begitu berbeda jauh dengan Hamid sang menteri kehakiman, sampai berita tentang membaiknya parameter makroekomi Indonesia yang hanya bisa dinikmati oleh orang orang tertentu (mau IHSG menguat, mau rupiah menguat, mau BI menurunkan suku bunga nya, rakyat tetap saja mengalami kesulitan hidup). Tapi berita yang menurut saya tidak kalah mencemaskan adalah kasus Flu Burung.

Berapa jumlah korban flu burung di Indonesia? Menurut data terakhir sudah mencapai 45 orang. Angka tersebut sudah menempatkan Indonesia menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak di dunia. BBC bahkan mencatat kasus ini telah terjadi di 27 propinsi. Untuk negara yang mengaku memiliki 33 propinsi, angka itu sangat fantastis. Majalah the Economist bahkan sudah memberi julukan baru buat Indonesia: "the new world capital for Avian flu." Wapres kita pun seperti biasa tidak pernah ketinggalan komentar. Menanggapi posisi Indonesia yang sudah mengalahkan Vietnam dalam jumlah korban, Wapres menganggap hal itu wajar saja, KARENA jumlah penduduk kita lebih besar daripada Vietnam. Mudah-mudahan ada staf di kantor Wapres yang nanti mengajari beliau: "Maaf pak Kalla, India dan China juga memiliki korban akibat Avian flu ini, tapi jumlah korbannya jauh lebih sedikit dari Indonesia PADAHAL jumlah penduduknya lebih besar dari Indonesia, jadi hipotesa bapak bahwa jumlah penduduk merupakan   faktor penyebab jumlah korban membengkak kayaknya salah tuh Pak."  Orang-orang WHO dan para ilmuwan yang menggeluti Avian Flu sudah sangat gemas dengan meningkatnya jumlah kasus Avian flu di Indonesia. Kenapa bisa? kan Indonesia bukan negara mereka? kok bisa lebih repot orang luar daripada warga negara nya sendiri? Alasannya sederhana saja. Setiap kasus baru tertularnya Avian Flu, kemungkinan bagi sang Virus untuk bermutasi sehingga memiliki kemampuan untuk menular antar manusia menjadi meningkat. Jadi, menurut pandangan mereka, kalau tidak segera diambil tindakan, Indonesia akan tercatat dalam sejarah menjadi negara yang bertanggung jawab memberikan surga bagi Virus ini untuk melatih diri meningkatkan kemampuan menjadi lebih hebat. Hei, mungkin WHO sudah mempertimbangkan untuk memberi nama Virus baru itu Indonesian Avian Flu sambil keringat dingin karena bila itu terjadi, seluruh dunia bisa terkena wabah Flu yang belum pernah dialami oleh umat manusia sepanjang sejarah. Percaya deh, ini adalah sebuah "prestasi" yang sebaiknya tidak perlu   dikejar oleh Indonesia.  Mengapa virus Avian ini begitu betah dengan Tanah air Indonesia bagaikan telah menemukan surga? apakah karena iklim? apakah karena orang Indonesia lebih enak di hinggapi? apakah karena pemandangannya (kalau virus bisa menikmati pemandangan)? ataukah karena hukuman Tuhan? LOL. Rasanya kok tidak. Buat mereka yang menggangap ini hukuman Tuhan, saya cuma bisa bilang, Tuhan itu maha sabar loh, kalau memang manusia berdosa, nanti urusannya di akhirat, jadi tidak ada insentif bagi Tuhan untuk mempercepat "hukumannya", LOL.  Avian Flu sebenarnya telah memberi pelajaran yang sangat mahal sekali bagi kita semua. Bagi pemerintah, virus ini telah menunjukkan titik lemah birokrasi dalam menangani sebuah kasus dan melindungi kesehatan rakyatnya. Bagi rakyat, virus ini juga telah menunjukkan bahwa ada yang salah dengan pola hidup dan gaya hidup dari sebagian besar masyarakat kita (terutama menyanngkut pemeliharaan hewan). Kesabaran virus ini sungguh luar biasa. Mereka akan terus mengajarkan kita sampai kita semua akhirnya mengerti dan mengambil tindakan. Sayangnya, kesabaran itu dibayar oleh rakyat Indonesia dengan mahal sekali.   Nicholas