Melihat tentang tingkah polah pejabat kita saya jadi teringat dengan sebuah berita yang pernah saya baca tentang pemecatan Mona Sahlin Deputi Perdana Mentri Swedia pada tahun 1995 dengan tuduhan korupsi.Alasannya adalah Mona Sahlin menggunakan kartu kredit dinasnya untuk membeli beberapa liter bensin untuk mobilnya dan sebatang coklat untuk anaknya yang notabene merupakan keperluan pribadi padahal jumlahnya tidak lebih dari US$ 20.Di

Di satu sisi inimemperlihatkan ketegasan negeri itu dalam menindak kasus korupsi walaupunsekecil apapun dan di sisi lain memperlihatkan bahwa pejabat tinggi negriitu dalam kesehariannya hidup sebagaimana layaknya rakyat biasa. PemerintahSwedia tidak memberi fasilitas pada pejabatnya seperti yang biasa diterimapejabat di negara lain seperti mobil , rumah bahkan juga pengawalan.Dan inimemang kemudian ditebus dengan terbunuhnya PM Olof Palme ketika ia berjalankaki bersama istrinya setelah menonton bioskop atau Menlunya Anna Lindh yangjuga tewas dibunuh ketika sedang berbelanja di mall.Akan tetapi pemerintahnegri itu tetap bersikukuh untuk meniadakan  fasilitas-fasilitas tersebutkarena bagi mereka dana yang dikeluarkan untuk itu akan lebih baik biladigunakan untuk dana kesejahteraan  sosial bagi rakyatnya.

Sebaliknya di negara miskin seperti  Indonesia para pejabatnya sibuk mintafasilitas-fasilitas yang  berlebihan.  Dari mobil dan rumah dinas mewahsampai langganan koran dibayari oleh negara, bahkan beberapa tahun lalukoran-koran heboh dengan permintaan anggota DPR untuk diberi fasilitas mesincuci.Ada sedikit harapan tentang adanya keteladanan ketika Hidayat Nur Wahidyang sekarang jadi Ketua MPR  menolak menggunakan mobil dinas Volvo yangmade in Swedia, tapi ternyata itu hanya propaganda politik karena akhirnyaia menerima Toyota Camry seharga Rp 485 juta sebagai kendaraan dinasnyayang notabene masih sekelas Volvo.

Ketika dikritik tentang masalah itu sang ketua majelis tinggi negaratersebut selalu berkilah bahwa sebagai pejabat negara ia wajib mengikutiaturan protokoler, padahal koleganya yang jadi mentri di negara Eropa Baratpulang pergi kantornya  naik sepeda. Sang pejabat tinggi  ini juga memilihtinggal di perumahan pejabat yang super mewah sementara Salazar diktatorPortugal era 30an memilih tinggal di rumahnya sendiri yang hanya punya 3 kamar dan memasak makanannya sendiri .Dan halaman kantor partainya pun miripdengan showroom mobil mewah dimana terparkir Pajero milik Ketua Majelis Syuronya Hilmy Aminuddin ,juga  Nissan Serena milik Facry Hamzah mantanketua KAMMI yang kemudian jadi anggota DPR dari partai tsb dll dimanamobil-mobilini jarang ditemui bersileweran di jalan-jalan umum karenaharganya yang wah bahkan untuk ukuran orang kaya sekalipun. Sementara padapublik dan kadernya mereka menyerukan meneladani kehidupan Rasulullah s.a.wyang tidak mengambil melebihi yang dibutuhkan. Saya jadi ingat akan apayang dikatakan oleh Abraham Lincoln “semua orang tahan akan kesulitanhidup tapi untuk melihat  kharakter asli seseorang beri dia kekuasaan”.