Setelah menulis pendapat teman yang sangat pro SBY dan mengatakan betapa ekonomi sudah melewati krisis, seperti ungkapan Jusup Kalla. Beberapateman lalu menegur dan menganjurkan agar kita berpikir lagi

. Seorang pakar mengatakan : “
Apanya yang melewati krisis ? Dengan banyaknya
rakyat pengangguran dan gaji yang serba
kekurangan ? “ Harap anda menyimak lagi betapa
krisis masih saja mengalungi kita, kan banyak
bukti dan kenyataan menunjukkan betapa pada
banyak kesempatan pak SBY tak melakukan apa-apa,
tak bertindak, tak berbuat .... ia hanya
mementingkan diri sendiri tanpa mampu berbuat
sesuatu, tanpa mengambil keputusan-keputusan
penting bagi bangsa ini ..... bagaimana dianggap
bahwa pemerintahannya sukses ? Begitulah sumpah
serapah kawan yang meminta agar aku menulis lagi
bantahan yang dikeluarkan dari sumpah serapahnya
..... katanya : “ Anda mampu menulis apa yang aku
maksud kan ? “ , dan anda jangan Cuma sepihak
menulis ungkapan pendukung pak SBY, tulis dong
keluh kesah kita yang menderita ....
sependeritaan rakyat yang bukan anggauta DPR atau
para koruptor yang terkena dampak Tebang Pilih
.... anda kan bisa menyaksikan bagaimana Menteri
Awaluddin Hamid yang terus menerus dilindungi
.... oleh Mafia Hukum .... anda saksikan kan ?
Nasib Awaluddin Hamid kan nggak sama dengan nasib
Theo Toemion yang terus diobok-obok hanya karena
Theo pendukung Megawati ? Padahal dugaan
korupsinya Awaluddin Hamid ialah masalah penting
banget .... KPU .... urusan menentukan Pemilihan
Umum .... kata ceritera korupsi sekitar Mark Up
harga segel .... wah ... celaka juga kalau
Menteri Hukum korupsi .... jadi siapa dinegara
ini yang kita bisa percaya ? Pemerintah harus
men-CLEAR-kan urusan korupsi ini ... dibuktikan
kalau nggak bersalah atau dipecat kalau bersalah
... tetapi harus diadili secara tepat dan benar
.... bukan dilindungi habis-habisan .... FAIRNESS memang diuji !

Seru juga mendengar sumpah serapah “pendekar “
anti SBY tadi .... entah mana yang benar .... aku
jadi meragukan .... jadi bingung sendiri ....
belum lagi Perda-perda dimana-mana yang sama
sekali nggak dibendung oleh SBY .... misalnya
dengan menerangkan .... apa akibatnya bagi
penciptaan lapangan kerja .... sebab dengan
adanya Perda-perda .... aturan UU menjadi
semerawut .... dan hubungan antara sesama bangsa
menjadi terkotak-kotak ..... jelas perdebatan
yang makan waktu dan energi .... apa nggak
sebaiknya energi dipakai untuk hal-hal positip ?
Energi dipakai untuk gerakan-gerakan Win Win
Solution ? Bahkan sampai-sampai Ketua Umum NU :
K.H. Hasyim Muzadi sampai bingung .... kemarin ia
mendukung RUU APP , hari ini ia mengatakan bahwa
Perda Syariat kagak cocok dan akan menimbulkan
pengkotakan-pengkotakan di masyarakat Indonesia ,
sedangkan apa yang diungkit di Perda sebenarnya
sudah ada di KUHP .... sama juga ... apa yang
diungkapkan di RUU APP juga ada di KUHP .... bagaimana nih pak Kyai ?

Urusan memang sulit ... tetapi pemerintah harus
menyelesaikan dan mengatasi .... terutama soal
menteri Hukum dan soal Perda perpecahan bangsa .... katanya Pancasila ?