Telah sekian tahun lamanya aku meninggalkan debu-debu jalanan, serta hingar bingar teriakan aktifis pergerakan, seusai Semanggi II berusaha menarik diriuntuk menekuni jalan sepi sendiri dalam pencarian Tuhan, kembali mengayomikeluarga tentu membesarkan anak-anakku yang makin memerlukan perhatian khusus menjelang dewasa, perjuangan panjang bagai jalan tidak berujung.


Namun roda kehidupan, rupanya berputar terlalu kencang sehingga aku kembali
dalam posisi yang tidak mungkin aku hindari, dimana kepedihan dan kesedihan
kembali melanda setiap kali meresapi apa yang sedang terjadi dalam kehidupan
berbangsa, bernegara sebagai bagian dari rakyat negeri Indonesia yang sekian
ratus juta ini. Keterpurukan hidup dapat saja hanyalah proses pembelajaran
menuju kedewasaan kepribadian bangsa yang tidak perlu aku pusingkan.

Namun seumpama negeri ini sebuah keluarga besar yg dibangun atas dasar
kebersamaan, dan berlindung di dalam rumah keberagaman bernama "Bhineka
Tunggal Ika" dimana roh hidup semua penghuninya terpantulkan dalam cermin
Pancasila yang menampilkan seluruh wajah-wajah seisi rumah. Sekarang ini
tanpa seorangpun perduli akan kondisi "rumah kita", sebagai akibat
pertikaian berkepanjangan menuntut hak masing-masing, segerombolan rayap
ternyata sedang asyik bekerja "menggerogoti" tiang-tiang soko-guru rumah
kita, Indonesia.

Tiang besar rumah kita sedang digerogoti rayap-2 yang mengatas namakan
kesucian agama tertentu, bekerja siang malam berusaha meruntuhkan cermin
hidup Pancasila yang berisikan wajah penuh kebersamaan, kegotong royongan,
solidaritas, keperdulian, keberagaman budaya rumah Bhineka Tunggal Ika.
Serangan-serangan dalam bentuk berbagai macam perda-perda mau menang
sendiri, yang menisbikan keberagaman, serta kebebasan berekspresi hidup.

Serangan-2 pembusukan dalam bentuk tindak anarki pelanggaran Hak Azazi
Manusia, tanpa kecuali provokasi lintas etnis, hingga yang teramat
menyedihkan menodai kesucian doktrin-2 perdamaian didalam agama manapun
juga, kini telah memakan ribuan jiwa anak bangsa. Berusaha membunuh,
mengubur serta melaknatkan nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa Bhineka
Tunggal Ika, dengan cara "pengkebirian kebenaran" agama tertentu. Yang tidak
dapat dipungkiri lagi tentu akan bermuara pada "penyeragaman kebudayaan" dan
tentunya akan meletakkan "raja rayap" dalam singgahsana tahta kekuasaan pada
akhirnya.

Pengkebirian nilai-nilai kebenaran agama, untuk bertujuan menegakkan
standard kebenaran sempit moral sekelompok kecil golongan agama tertentu,
yang dengan tanpa malu-malu mengatas namakan sebagai suara kebenaran moral
mayoritas umat agama tertentu, bahkan soal hasrat pemikiran hati tentang
porno saja akan dicoba seragamkan sebagai tindak pidana seperti yang
terkandung dalam RUU Porno yang tentu saja akan merusak sendi-sendi budaya
hidup adat maupun etnis bangsa Indonesia tanpa rasa hormat, bahkan busana
adat yang penuh dengan nilai-nilai luhur dianggap perlu dimasukan dalam
musium.

Kebudayaan Indonesia yang kaya dengan aneka warna-warni, adiluhung
sebagaimana yang ditampilkan dalam pawai budaya Bhineka Tunggal Ika tanggal
22 April lalu, sedang digerogoti luluh lantak menjadi budaya seragam satu
warna saja, yang juga akan menjadi pengesahan terhadap pelecehan hak-hak
kesetaraan hidup perempuan menjadi korbannya, terpojok sebagai sumber dari
segala kemaksiatan dan kebejadan moral. Hak-2 Kesetaraan Perempuan yang
diperjuangkan oleh RA. Kartini, Dewi Sartika, Cut Nya Dien, Herlina juga
srikandi-2 pejuang bangsa akan menjadi penghuni pojok-2 gelap dalam
pemasungan keluarga Indonesia.

Keprihatinan, kegetiran serta kepedihan akan masa depan bangsa Indonesia
yang bersatu didalam Kebhinekaan kini terus menerus digerogoti oleh pasukan
rayap, akan mengubur hidup-hidup seluruh penghuni rumah besar Indonesia
menjadi hancur berkeping-keping, kembali seperti berlalunya era jaman
ke-emasan Majapahit dan Sriwijaya yang mengakibatkan bangsa ini terjajah,
namun kini akan hancur oleh perilaku anak bangsa sendiri yang keblinger.

Telah membuatku yang sudah makin uzur dan sakit-sakitan kembali mengarungi
debu-debu jalanan, bertemu dengan teman-teman baru yang perkasa untuk
berjuang menegakkan keutuhan bangsa ini dalam sebuah kedaulatan Nusantara
penuh Kebhinekaan. Semoga rekan-rekan sebangsa setanah air, siapapun adanya
diri kita, marilah kita rapatkan barisan dan menghentikan segala pertikaian
untuk membendung serangan barisan rayap-rayap yang terus menerus berusaha
menghancurkan sikap hidup Kebudayaan Indonesia.

PANCASILA

Pancasila rumah kita
Rumah untuk kita semua
Nilai dasar Indonesia
Rumah kita selamanya

Untuk semua bersamanya
Untuk semua cinta sesama
Untuk semua warga menyatu
Untuk semua bersambung rasa
Untuk semua saling membagi

Pada setiap insan .. sama dapat sama rasa
Oooo ... oh Indonesia

(cipt: Franky Sihalatua)
************************
INDONESIAKU

Tak ada yang boleh merubah Indonesiaku
Tak ada yang bisa merubah Indonesiaku

Rakyat dimana-mana pasti akan melawan
Kita punya tentara pasti akan melawan

(cipt: Franky Sihalatua)
************************

Semoga apa yang kita perjuangkan akan selalu mendapatkan rahmat dan berkat
dari Tuhan Yang Maha Esa, untuk menjadi warisan yang layak diberikan kepada
seluruh anak bangsa dalam kebanggaan penuh kebersamaan dalam kesatuan yg
utuh bumi Nusantara. Untukmu Indonesiaku



Salamku selalu,
TG

Tolak Pornographi, Tolak RUU Porno
"satu komando, satu perlawanan, dari rakyat untuk rakyat"