Tag

 Sesuai dengan ajaran MDH segala sesuatu itu berubah. Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Demikianlah, baik Marxsime – Sosialisme maupunkapitalisme sudah jauh berubah pabila dibandingkan pada zaman Karl Marx.
Pada zaman Karl Marx dan sampai Perang Dunia Satu hingga Perang Dunia Dua –
perubahan itu belum begitu nyata. Tetapi sesudah itu – yang saya sebutkan
tadi – begitu banyak perubahan – melalui proses dari kuantitas menuju
kualitas dan akhirnya menacapai kualitas baru.

Kapitalisme yang boleh dikatakan sangat sulit memilih dan memilah mana yang
baik dan mana yang mendingan – ketika itu sulit dicerna, sebab kapitalisme
sudah begitu dianggap dan dipandang gelap dan jahat. Buruk dan jadi musuh
kemanusiaan dan mendapat celaan dan hujatan di mana-mana. Dan memang pada
kenyataannya begitulah adanya. Jam-kerja sampai 12 jam – 16 jam bahkan 18
jam.Penindasan dan penghisapan sangat intensif. Kesengasaraan dan derita
kaum buruh luarbisa berat dan tersiksanya. Pemecatan – Pemutusan-Kerja dan
pemogolan saling bergantian. Dan perlawanan kaum yang tertindas meningkat
menjadi gelombang prahara-dunia. Kaum kapitalis sendiri agaknya terpaksa
menyimpulkan pengalaman dari akibat begitu sengitnya perlawanan dari kaum
buruh dan pegawai. Dan keterpaksaan karena pemaksaan ini, terjadi juga
perubahan. Dan sudah tentu tidak pada semua tempat dan wilayah yang lalu
secara bersamaan berubah.

Kapitalisme Jepang dalam mengamankan dan memelihara hubungankapitalisme dan
kaum buruh – pegawai, sudah mengubah sistimya. Kaum buruh dan pegawai diberi
kesempatan buat mendapatkan andil-saham dalam perusahaan raksasa itu –
betapapun sedikit dan secuilnya. Dengan demikian hubungan antara kapitalisme
dan kaum buruh yang selama ini sangat antagonis pertentangannya, kini kaum
buruh itu agak "dijinakkan" agar bisa mengerem jangan sampai begitu mudah
mogok dan menentang majikan. Sebab kaum buruh yang kini sudah diberi sedikit
andil-saham itu mulai merasakan bahwa pabrik raksasa ini, diapun, merekapun,
merasakan juga bersama memilikinya – karena mereka juga punya saham-andilnya
– betapapun sedikitnya.

Sebenarnya hal ini sekedar buatmeredakan perlawanan kaum buruh dan pegawai.
Tetapi ketika pada zamannya Karl Marx hal begini tak terbayangkan! Perubahan
begini di satu pihak dan pada pihak lain terjadi juga pada kubu Sosialisme.
Pertentangan pendapat antara intern kubu Sosialisme belum lagi mencapai kata
sepakat secara final. Mana yang benar – apakah Sosialisme yang dianut
Tiongkok – Vietnam – Russia yang benar ataukah Sosialisme yang tetap
dipertahankan oleh Kuba – Korea Utara yang masih "orisinal"?

Yang dianut RRT – Russia dan Vietnam sudah sangat terbuka kepada
pasaran-terbuka dan umum.Sampai kini belum bisa mencapai kata-sepakat-final,
mana yang benar – yang sesungguhnyamurni masih memegng azas Sosialime –
ataukah Sosialisme kini memang sudah berubah. Ataukah Sosialisme Tiongkok –
Russia – Vietnam itu adalah kumpulan kaum revisionis atau renegad marxisme.

Saya kira perdebatan antara Sosialisme dan Kapitalisme, karena adanya
perubahan begini – akan makan-waktu dan pemikiran baru. Yang bisa saja
menjadi dari perubahan kuantitas menjadi perubahan kualitas – dalam bentuk
baru. Dan perkara ini hanya membenarkan ajaran MDH – bahwa sesuatuhal-ihwal
itu akan selalu berubah! Dan hanya perubahan itu sendiri yang tidak berubah.

Dua pandangan dunia yang besar dan mengglobal ini, kini kita hadapi dalam
kehidupan-nyata ada di tengah kita. Dan betapa jauhnya perbedaan dan
perubahan yang terjadi pabila kita bandingkan dengan ketika zaman Karl Marx
dulu itu,-