Buku ini sudah agak lama. Waktu keluar dulu pernah ada diskusi mengenai isinya disini. Pendapat memangbisa pecah dua spt pada diskusi di ngindo ini. Pecah karena pandangan politikanti-amrik sangat besar.
Aku sendiri merasa si John ini mem-besar2kan masalah yg memang rada gray. Semua
corporate animals yg agresif dari amriki memang mempunyai kesan gung-ho (atau
positivenya 'can-do' spirit) ala koboy gila yg bisa dibaca sebagai suatu
konspirasi besar oleh pihak luar.

Sama halnya non-muslim melihat seolah seluruh sunni sedunia itu monolith mau
ngepruk amriki — maka banyak kaum lefties juga melihat gaya koboy edan para
corporates itu seolah mereka semua kompakan melakukan sesuatu.

Padahal persisnya gaya koboy edan maupun mulah gendeng itu adalah topeng
individu yg mau mengatasnamakan kelompok yg lebih besar dari dirinya — agar
menang.

Dan dilihat dari level menengah – oleh seorang yg sangat sinis terhadap
kekuasaan, spt si John ini — maka riak2 kecil dianggap gelombang besar.

Tidak mudah memang memilah hal2 spt ini.
Karena secara case-by-case, terkadang ada kolusi pejabat dan pengusaha di amriki
politics. Terutama yg menyangkut proyek dari pendanaan asal negara donor – yg
dekade2 pre krisis sangat rame (sekarang inipun beberapa negara termasuk Oz
masih menggunakan strategi ini, baik untuk sumbangan tsunami maupun sumbangan
kemiskinan — tetapi ini lebih karena tekanan lobby dalam negeri, dan bukan
suatu strategi besar spt di teori konspirasi)

Tetapi jika ada teori konspirasi bahwa US mengusakan hutang negara agar
dikuasai, maka aku setuju ucapan Emil Salim.

Psikologi sebagai korban – yg sekarang sangat prevalen di massa muslim maupun
pejabat korup negara ketiga, dan environmentalist radikal – itu self defeating.
Karena lalu konsentrasi blaming others, tidak ada usaha memperbaiki diri.
Apalagi lalu ada dorongan2 teori konspirasi spt ini.

Karena ada pasarnya, maka penulis spt John perkins ini jadi ada kans menulis
best-seller. Joe vialls syndrome. Ini jeleknya teori konspirasi.

Buku ini sendiri memang geger awalnya, tetapi tanggapan akademis sepi2 saja.

Di ngindo ya lain lagi, amin-raies pasti seneng banget – kayak dinsamsu dengar
joe-vialls. Ya sudah.

Yg penting adalah apa actionnya. Buku ini sendiri sudah memenuhi purpose nya:
bikin penulisnya kaya!

b@b