Tag

saSetelah saya hidup belasan tahun di Tiongkok – melihat dan merasakan sertamenyaksikan dan mengalami sendiri kehidupannya itu sendiri – apa yangdikatakan Dunia Sosialisme Tiongkok, memang dan sudah tentu ada keunggulan
dan ada kekurangannya. Demikian pula pandangan Dunia Kapitalis.


Ketika itu - ketika kami baru datang di Tiongkok tahun 1963 - keadaan betapa
sulitnya - hampir dalam segala bidang. Kebanyakan mobil apalagi yang berupa
truk - bis - angkutan besar - selalu ada gelembungqn besar di atasnya.
Sebuah barang besar seperti bantal atau gulungan besar sekali. Itulah gas
pengganti bensin. Karena sangat sulit bensin - Tiongkok hampir bisa
dikatakan tak ada bensin - jadi sebagai gantinya gelembungan gas itu - dari
terpal yang kuat dan tahan berpanas dan tahan dingin. Mau beli apa-apa -
harus pakai kupon. Ada kupon beras - ada kupon tepung - ada kupon gula - ada
kupon daging - kupon kain - apa saja yang dari kapas - cotton, ada kupon
minyak. Barangkali ada belasan jenis kupon bahkan mungkin puluhan. Semua ini
buat mengatasi kekurangan bahan sandang-pangan-papan. Dan menjaga kestabilan
kehidupan penduduk dan tanahair.

Tetapi lama-lama keadaan Tiongkok membaik dari hari ke hari - dari bulan ke
bulan dan selanjutnya dari tahun ke tahun. Sampai pada masa kini - ingat -
Tiongkok itu adalah urutan ke 6 di dunia secara kemajuan ekonominya - dan
beberapa tahun lagi direncanakan akan ada pada urutan ke 4! Tetapi ketika
hendak membangun sosialisme pada tahun-tahun yang saya sebutkan itu, banyak
sekali barang-barang - bahan makanan - bahan papan yang sangat kurang. Gaji
rata-rata sangat rendah. Sudah beberapa tahun bekerja - gaji rata-rata
penduduk dan pekerja Tiongkok tidak sampai 100 yuan! Ada teman sekerja kami
yang mendapatkan gaji 60 yuan satu bulan!

Tetapi mereka bisa makan - bisa makan secara wajar dan kalau pandai
menghemat bahkan bisa sekali-sekali makan enak - ada daging - ada sayuran
dan cukup bervitamin dan bergizi. Perumahan biarpun para pekerja dan buruh
itu memiliki rumah atau kamar sempit, tetapi sewanya murah - ada subsidi dan
terjamin tidak akan diusir. Ada Serikt Buruh yang akan selalu memperhatikan
dan menjaminnya! Jadi tidak akan ada istilah mati kelaparan secara aslinya!
Tidak ada orang yang diusir dari rumahnya karena tidak mampu bayar sewa
rumah atau kamarnya! Setiap ada buruh atau pekerja yang sakit dan harus
diopname di RS - sudah ada dan sudah siap di mana akan ditempatkan. Tidak
mungkin seseorang buruh atau pekerja terlantar karena tidak ada RS yang akan
dapat menerimanya. Semua kehidupan kaum buruh dan pegawai sudah ada
pengaturannya! Kalau sesorang mati-pun, sudah ada tempat di mana dia akan
dikuburkan atau akan dikrematoriumkan.

Memang kehidupan masih sulit ( ketika itu ) - masih cukup sederhana - jauh
dari kemewahan. Tetapi ada satu hal yang paling penting bahkan terpokok.
Para buruh dan pegawai itu merasa terjamin hidupnya - merasa aman dan
terlindungi. Betapapun gaji kecil - hidup sederhana - tetapi mereka aman dan
tenteram, karena semua ada jaminannya. Negara mengurusnya dengan
sebaik-baiknya menurut kemampuan dan kekuatan negara itu sendiri. Lalu
bukankah yang paling penting dalam rentang kehidupan ini adalah rasa aman -
rasa terjamin dan rasa terlindungi dalam kehidupan. Rasanya hal-hal inilah
yang sangat nyata saya lihat dalam penghidupan ketika hidup di Tiongkok
selama belasan tahun itu. Katanya kini walaupun keadaan kehidupan sudah
sedemikian makmurnya - kayanya - tetapi rasa aman damai - serba terjamin
seperti dulu itu - sudah sangat menipis bahkan samasekali tidak begitu lagi.

Dan saya dengar kehidupan yang dulu Sosialis sebagaimana saya ceritakan ini
- kinipun di Russia yang dulu bernama Republik Sosialis Uni Sovyet - kinipun
tidak sedikit yang mau kembali dan ada juga yang merindukan masa dulu itu!
Betapapun sedikitnya - dan juga di Tiongkokpun demikian pula> Ada yang ingin
kembali seperti dulu lagi - biar sederhana - biar agak sulit kehidupan
secara fisik - tetapi rasa aman - rasa terjamin seperti dulu itu - sudah
pada beterbangan ke langit kapitalis. Tentu saja yang mau dan merindukan
masa dulu itu tidak pasti harus diperhitungkan - tetapi harus selalu
diperiksa di mana kesalahan urus dari sosialisme yang rada-rada sudah
hampir sama dengan kapitalisme ini!