Baru-baru ini penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ricuh. Bisa dimaklumi betapa kecewanya seorang calon (dan keluarganya) yang namanya muncul tapi tidak muncul lagi pada pengumunan berikutnya yang merupakan koreksi atas pengumuman pertama.

Bahkan ada yang potong kambing untuk syukuran, betapa malunya. Anehnya, ada yang namanya muncul padahal kawannya tahu betul bahwa dia tidak ikut ujian. Kekacauan ini sudah saya duga, karena beberapa hari sebelum ujian, Nova keponakan isteri saya yang sudah kerja di swasta ditawari seseorang soal ujian yang bakal keluar.

Memang gagasan MenPan untuk mengadakan ujian terpadu sudah benar, yaitu agar korps pegawai negeri nantinya terdiri dari mereka yang pintar dan berdedikasi. Cina sudah ratusan tahun melaksanakan ujian untuk menjadi pegawai negara (the mandarins) yang benar4-benar sulit. Merupakan kebanggaan keluarga Cina bila anaknya lulus ujian menjadi 'the mandarins'. Salah seorang mandarin adalah 'Judge Pao' yang sekalipun legenda tapi setidaknya merupakan realita. Ujian terpusat juga sejak lama dilaksanakan di India; papan atas akan masuk Kemlu (di Kemlu India hanya ada 700 diplomat !!) dan yang hebat lainnya dimasukkan ke kementrian income tax. Tidak seperti halnya bekas jajahan Inggris yang lain, gaji pegawai negeri India (disana disebut 'baboo) teramat kecil.

Jangan salah mengeri bahwa penerimaan CPNS makin memperbesar jumlah pegawai negeri. Prinsip 'zero growth' tetap dipegang teguh. Jumlah pegawai yang diterima sekedar pengganti pegawai yang meninggal atau pensiun.

Apa motivasi orang untuk menjadi PNS? Lapangan kerja di tanah air sekarang bukan main sulitnya. Setelah melamar kerja kemana-mana gagal, maka Si A terpaksa mencoba peruntungan jadi PNS. Yah, cuma itulah bisanya Si A ini. Maklum dari rumah dia tidak dibiasakan untuk berkompetisi dan ambil resiko seperti Ir. JASP. Si A sudah tahu bahwa gaji PNS kecil, tapi aman tidak mungkin dipecat kecuali dia salah besar. Dan yang penting, kan pasti ada pensiun. Salah besar kalau mengira yang ikut ujian CPNS kemarin orang bodoh-bodoh, karena diantara mereka banyak yang sudah bergelar S-1 dan S-2. Tapi ya itulah, mereka tidak punya nyali untuk berwiraswasta dan gagal untuk mengabdi di swasta karena persaingan diswasta minta ampun.

Tugas pemerintah adalah membina korps PNS yang pintar, berdedikasi, berintegritas (jujur). Tugas pemerintah yang lain adalah memfalisilitasi tumbuhnya wiraswasta dan dunia usaha yang mampu bersaing.

Tugas keluarga untuk membentuk anak yang mampu bersaing, berani mengambil resiko, berbudi pekerti, dan mengutamakan kejujuran pada diri sendiri. Dengan modal demikian, kalau akhirnya si anak maunya jadi PNS yah itu karena pilihan dia sendiri.

Salam,

RM