Seandainya ada pencatatan bisa dipastikan pemerintahan SBY adalah pemerintah yang paling banyak mendapat unjuk rasa dari rakyat Indonesia,sedangkan ragam isue2 yang dibawa para demonstran dalam satu hari bersamaan sungguh luar biasa, mulai dari penutupan freeport,menentang kenaikan TDL,kenaikan SPP,kenaikan tarip tol, menuntut pengaspalan jalan kampung, menuntut pengangkatan sebagai PNS, menentang undang2 pornografi,SKB 3 Menteri sampai masalah trayek angkot,jelasnya hampir tidak ada kebijaksanaan pemerintah yang tidak mendapat penolakan dari rakyat Indonesia.
Gencarnya unjuk rasa tersebut apakah suatu indikasi bahwa SBY BENAR2 KEDODORAN atau karena zaman sekarang adalah era SETIAP RAKYAT INGIN JADI PEMIMPIN atau era rakyat sudah MENGETAHUI HAK2 POLITIKNYA ?.

Rupanya perumpamaan yang dipakai Bung Karno:REVOLUSI SUDAH BUNTING TUA sangat PAS dipakai untuk menggambarkan kondisi saat ini,dimana2 rakyat bergerak tanpa komando AKTIVIS lagi,ibaratnya setiap rakyat Indonesia sudah menjadi Aktivis, mereka sudah LINTAS SARA dan hebatnya rata2 militansinya tinggi.

Melihat kondisi faktual saat ini,sesungguhnya GAYA NYEPELEIN yang selalu dipakai penguasa selama ini sudah saatnya direformasi,gaya NGENYEK tersebut sangat merangsang rakyat HISTERIS,gejala2 amuk massa sudah kentara sekali,hampir setiap demo selalu dibarengi kekerasan;contohnya perusakan plaza 89, penghancuran markas polisi di NTB dan Aceh baru2 ini. Sepertinya rakyat sudah mulai beringas akibat tidak mampu memikul beban hidup dan akumulasi kekecewaan pada"BADAI SYURGA"SBY yang"KEKENCENGAN".

Negara adalah kumpulan masyarakat atau MASYARAKAT BESAR,sedangkan kumpulan orang baru tepat disebut masyarakat bila kelompok orang2 tersebut bergerak dalam sebuah FUNGSI.

Realita di Indonesia saat ini,kelompok2 tersebut bergerak sendiri2 keluar dari pakem2 organisasi negara;tidak stabil bahkan terkesan PANIK.

Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak dari KABURNYA NILAI2 bermasyarakat, kaburnya nilai2 otoritas,maupun kaburnya nilai2 tertib bermayarakat.

Sekumpulan orang layak disebut bernegara bila MASING2 memiliki kemampuan untuk menjaga KETERATURAN,masing2 mempunyai STATUS DAN FUNGSI dan terutama mempunyai sebuah OTORITAS[pemerintah]yang ditaati yang mampu menggerakan masing2 individu pada sasaran dan tujuan yang jelas,sehingga akhirnya negara mampu memberikan lingkungan dan makna hidup yang jelas bagi setiap rakyatnya, yaitu masyarakat yang TENTERAM DAN MAKMUR.

Pemanfaatan oleh pemerintah SBY atas penyimpangan fungsi[terutama oleh kelompok2 yang mengatas namakan agama]yang terjadi selama ini untuk mengalihkan perhatian rakyat,laksana menabur angin yang akan menuai badai.

Pengajuan RUU APP[yang jelas2 bertentangan dengan UUD 45]oleh kelompok fundamentalis yang sengaja dibiarkan oleh pemerintah saat ini;arahnya jelas, hanyalah investasi[dagangan] politik untuk menghadapi politikus2 kepentingan.

Padahal RUU yang potensial menimbulkan badai politik karena sudah memasuki wilayah BUDAYA dan harga diri ras yang sengaja di-ombus2kan oleh anggauta DPR [sesungguhnya hanyalah taktik untuk mendapat posisi tawar tinggi] mestinya tidak diberi forum dalam NKRI.

Salahkah bila rakyat mencurigai RUU tersebut bakal ditukar tambahkan dengan penghentian pengusutan surat sakti Sudisilalahi atau diloloskannya usulan kenaikan TDL[ribuan jumlah dagangan politik yang belum diketahui rakyat],nyatanya rakyatpun masih bingung tentang mekanisme lolosnya import beras yang demikian mulus, padahal sebelumnya FPDIP demikian ngotot menentangnya,siapa tahu barterannya adalah dilantiknya Rudolf yang izasahnya bermasalah,atau dinaikkanya tunjangan anggauta DPR,siapa tahu??.

Terkesan kesibukan pemerintah dan DPR hanya untuk MEMPERKAYA DIRI dan mempersiapkan KEMENANGAN DALAM PEMILU 2009,padahal FUNGSI aslinya sesuai amanat rakyat adalah MENGABDI PADA KEPENTINGAN RAKYAT !.

Bisa diibaratkan Bom Bali I&II,Bom Mariot,Bom Kedutaan Australia,Bom Gereja2, Penutupan sekolah2 Kristen,Penyerbuan dan pembakaran properti kelompok Ahmadiyah maupun bentrokan di ambon/Poso/Palu hanyalah"BADAI KECIL" dalam tatanan bernegara;TETAPI kelaparan,PHK,kenaikan2 harga,pengangguran dan RASA KETIDAK ADILAN adalah embrio BADAI BESAR hancurnya tatanan bernegara[sebab telah memasuki wilayah substansi kelangsungan hidup dan harga diri rakyat]dapat dibayangkan bagaimana dasyatnya BADAI YANG AKAN DIALAMI BANGSA INDONESIA bila pemerintah dan elite2 politik terus2an mempraktekan politik DAGANG KEBO!.

ADILKAH?; bila ratusan juta rakyat mati2an memeras keringat dibawah tekanan ekonomi berusaha untuk mendapatkan segenggam beras, disisi lain SEKELOMPOK ELITE POLITIK tanpa berkeringat setetespun DENGAN MUDAH MERAUP SEGENGGAM BERLIAN??. BERTIUP KEMANAKAH ANGIN SYURGA SBY ???.

nuwun sewu.

singo.