Judul di atas bukan nama penganan jajanan pasar sejenis serabi, kue pancong atau martabak pecenongan [Laughing] . Juga yg pasti, kagak ada hubungan dgn Baperki atau Chung Hwa Hoei Kuan di masa 60an. Hi Gai Kan adalah bahasa Jepang yg diambil dari kosakata mandarain "Bei Hai Kan" (artinya perasaan terzalimi, perasaan termarjinalisasi). Dalam dunia perdagangan yg penulis geluti, banyak agen2/distributor yg mempunyai ciri2 yg penuh syakwasangka 'hi gai kan'. Aling2 mencoba menemukan dus menerapkan trik atau strategi bisnis yg jitu dan efektif, tapi malah tenggelam dalam lautan syakwasangka ttg bagaimana mereka2 ini telah dizalimi oleh prinsipal-nya atau juga pesaing2nya.Pedagang2 bermental demikian selalu berpikir cenderung 'agak terlalu cepat' utk menghakimi sebab 'kekalahan' mereka dalam persaingan sbg sikap kurang adil dari prinsipal yg pilih kasih. "kita mah dianggap kuda" adalah keluhan2 yg acap kali saya dengar dari pedagang2 yg berat 'hi gai kan' nya ini. "uma? Uma wa hataraite moraeru ja nai?" begitu tanggapan jepun di kantor saya jika mendengar keluhan spt itu. Maksudnya, jika beneran merasa kuda ('uma' dalam bhs jepang), bukannya elu-elu orang kudunya bekerja lebih keras dari sekarang? Kira2 gitu.

"Hi Gai Kan" yg berlebihan telah menyebabkan otak mereka cendrung berhenti bekerja. Reaksi2 dari 'kesalahan' mereka (kurang kreatif, kurang agresif dalam deal2 dan kunjungan2, kurang aktif komunikasi dgn customer dsb) yg berakhir di kekalahan dalam bersaing selalu diarahkan ke kondisi mereka yg di-tidak adil-kan oleh prinsipal.

Jika ketemu sifat cengeng demikian, reaksi saya biasanya adalah secara kontras bereaksi berlawanan. Bahkan pernah saya dan orang jepang ancam utk tarik barang (hen pin dalam bhs jepang) jika merasa kurang adil. Biasanya kalau sudah dikerasani begitu, otak mereka mulai bisa pikir.

Ada kala orang bebal dikerasi baru berasa. Baru mulai pake otak jika dikerasani dan dikritik habis2an.

Itu soal bisnis.

Melebar…. kalau kita bicara kaum yg termarjinalkan, yg sering kita temui adalah kelompok muslim yg belakangan kerap menghiasi media massa ttg sepak terjangnya. Dari masalah terorisme yg sangat sarat sikap apologetik, sampai kekerasan kartun nabi yg juga banyak dimaklumi kaum muslim di mana2. Mereka yg bersuara self-korektif bahkan dikucilkan dan dianggap musuh islam atau antek2 yahudi atau agen2 asing barat.

Berikut saya kutip tulisan pak Danardono:

(pak Danardono bilang: "Lalu apa sebenarnya motivasi beberapa orang untuk mengikuti jejak kelompok Hizbut Tahrir Indonesia?

Seperti kita ketahui, mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia (seperti juga didunia), adalah kelompok yang terpinggirkan. Buruh, nelayan,petani, pengangguran, dan banyak lagi kelompok kelompok marginal.

Mereka merasa tersisihkan, tidak mengambil bagian dalam gloria dan kemakmuran bangsa. Mereka beranggapan, yang menikmati kemakmuran bangsa adalah sekelompok orang asing, ataupun kelompok Non Muslim. kebanyakan pemilik modal dan penentu jalan perekonomian bukan mereka, atau golongan mereka.

Dengan demikian, mereka mudah terpukau oleh janji dan konsep sebuah negara Madinah gaya modern. Walau tak seorangpun yang tahu, negara macam ini bagaimana bentuknya, bagaimana menyusun ketatanegaraannya. Siapa yang meemrintah, siapa yang memilih, bagaimana menjalankan roda pemerintahan")

Bagaimana kita menganalisa masalah2 yg dituding pak Danar? Apakah demikian adanya bhw sikap muslim demikian berat 'hi gai kan' nya shg kerap merasa masalah2 di dunia ini lebih banyak BECAUSE OF orang lain, bukannya masalah diri sendiri yg kurang bisa bersaing dan adaptasi diri di komunitas internasional? (mirip dgn sikap pedagang2 yg mudah merasakan terzalimi itu bukan?). Merasa diri sendiri adalah uma (kuda). Point is…sudahkah mereka bekerja bener2 spt kuda?

Jawabannya mudah diterka. Orang2 arab dan dunia muslim dipersepsi secara luas sbg orang2 yg miskin kreasi. Makanya mereka sangat destruktif dan mudah merusak barang2 yg sebenernya nggak mudah dibuat spt gedung2, mobil2 dsb. Makanya dunia muslim dan arab itu sangat penuh dgn violence dan hatred. Perasaan 'hi gai kan' yg demikian parah shg semua bentuk kesusahan, kalah sersaing, kalah segala2nya adalah SEBAB orang lain yg sering mereka alamatkan sbg konspirasi asing barat dan yahudi utk melemahkan Islam.

Hehe..jadi ingat soal FPI yg rencana sweeping legislator yg anti RUU Porno di Bandung itu. Ada muslim yg bilang "jangan2 mereka itu agen barat/yahudi utk menjelekkan citra islam" (sumber interaktif radio 68H). Gila gak? Mosok FPI malah dituduhkan ke orang yahudi dan barat???

Bagaimana tanggapan muslim soal tudingan pak Danardono? Berikut saya kutipkan jawaban Helsing yg dipersepsi sebagian netters sbg moderat walau ada yg bilang dia bisa dadak jadi radikal:).

(jawaban Helsing:

<< Yang saya bicarakan adalah sebuah indikasi, kecenderungan dan stimulan. Inti dari tulisan saya adalah bila ingin meredam ambisi fundamentalis islam dan radikal islam atau juga pejuang SI, maka jalan terbaik dan paling aman adalah dgn menekan mereka secara pribadi atau kelompok tapi TIDAK menggeneralisasi islam, bentuk2 generalisasi terhadap ajaran islam, seperti yg saya katakan: tidak ada gunanya selain akan menyuburkan fanatisme dan gerakan ´islam menyatu´ dalam kelompok agama mereka.

Banyaknya kekacauan yg ditimbulkan oleh sebagian umat islam dan atau mengatasnamakan islam, tidak cukup untuk men-cap bahwa ajaran islam kejam, buas, keji dan biadab. Sekali lagi, statement2 macam ini hanya akan memotivasi umat islam (secara prinsip meski lain jalan dan cara) untuk kian merapatkan barisan guna membendung ejekan(hinaan) dan bahkan upaya2 untuk ´membalas hinaan´ mereka.")

Jujur, saya cukup terperana membaca tanggapan Helsing, seorang muslim tinggal di barat yg bisa demikian keras membaca peta persaingan "muslim vs the rest of the world".

Jika jawaban Helsing boleh secara serampangan dianggap sbg sikap muslim yg representatif dari dunia Islam, habislah dunia yg harusnya warna warni ini. I might say personally I am losing hope that muslims will change and correct themselves for their wrong doings.

Kinanti salah satu sosok yg nampaknya cukup educated di forum Apakabar yg ahli syariat Islam [Wink] , malah asik berkampanye bhw jika ada yg jelek dari Islam, jelas BUKAN ISLAM. Suatu sikap apologetik yg nurut saya cukup parah. Aplikasi dari sikap demikian, akan berujung di sikap yg sewenang2 dan mau menang sendiri karena selalu menganggap islam dan produk Islam itu 100% sempurna dan otomatis alergi thd kritik.

Sikap Helsing menyiratkan hal itu. Kata Helsing "don't ever try to 'hurt' us, or you will see more violence from us, muslims of the whole world".

Suatu sikap yg cukup menggetarkan peler [Rolling Eyes] . Sebuah sikap yg jelas anti kritik. Membungkam kritik dgn balik mengancam bhw "jika elu2 banyak kritik (yg dihiperbolkan dgn kosakata HINA), gua hajar balik lu".

Sikap orang2 demikian saya sangsikan bisa memperbaiki diri. Pintu ijtihad bagi orang2 demikian saya ragukan bisa dibuka. Jika anda2 mengaku pengikut nabi yg cinta nabi, apakah sikap demikian mencerminkan sikap nabi yg katanya sangat tepo sliro itu? Orang kritik justru dibalas dgn sikap yg lebih radikal? Betapa menyeramkannya Islam di tangan2 spt anda2. Kapan bisa self-introspect nya kalau semua kritik harus ditanggapi dgn sikap begini? Kritik seorang Imam Samudra akan melahirkan 1000 Imam Samudra? My holy God, no wonder Islam itu ada yg cap sbg agama teroris. Kagak mempan dikritik. Yo sok lah, suka2 dhewe. Yg penting jangan ngeluh dah, kalau ada yg sudah kadung cap anda2 ini agama pengeskpor kekerasan dan kebencian.

Bagaimana tanggapan non muslim lain? Kita lihat si Gabriella kali ini.

(Gabriella bilang: "Ternyata pendidikan tingkat universitas tidak bisa merobah mindset orang ini yg spt banyak umat Islam selalu menyalahkan Amerika untuk segala ILLS yg dialami oleh banyak negara dan umat Islam. Dia tidak berbeda dg pembom bunuh-diri, demonstran buas, penginjak2 bendera US, pemboikot products Denmark, dan puluhan 'alasan' yg dipakai untuk menunjukkan hasil dari nurturing mereka.

Sayang sekali bhw orang2 spt ini terlanjur otaknya tercuci sejak kecil sehingga tidak mampu lagi berfikir secara waras mengenai cause &effect. Di benaknya sudah tertanam kebencian patologis thdp everything American, biar dia mau belajar di universitas kafir dan tentunya mengalami 'kebebasan' beragama dsb. di tanah Uncle Sam.")

Ya, betul. CAUSE dan EFFECT nya sangat berkaitan dgn "HI GAI KAN".

Kenapa berat 'Hi Gai Kan'? Karena kurang mampu secara jeli dan jujur menganalisa causalitas nya.

Selama dunia Islam ini masih dipenuhi orang2 yg bermental 'hi gai kan', saya kok melihat pikiran orang muslim itu nggak akan ke mana2. Bukannya soal optimis atau pesimis.

Palingan ya palingan asyik nuduh orang berstandar ganda ria. Siang bolong pula. Hehehe…

PB