Tulisan He-man ini kudu didukung emang. Membahas per-porno-an tidak bisa dilakukan oleh orang2 kurang waras. Tidak ada konsistensi, tidak ada dasar legal, malah banyak kontradiksi.

Aku rasa He-man benar, RUU ini memang cuma sejenis kuda-troya untuk memasukkan syariat wahabi. Tidak ada gunanya buat rakyat banyak, tetapi sangat berguna bagi penjilat ngisfuns.Saat ini gerakan ideologi ngisfun masuk secara strategis ke perpolitikan ngindo; menjadi gerakan yg ‘tidak bisa dilawan’ — spt halnya gerakan sosialisme / proletariat dekade2 dulu, dan gerakan green beberapa tahun yl. Artinya, secara politis menolak ide2 mereka tidak menguntungkan, walau membela juga sesungguhnya banyak yg tidak mau.

Tidak menguntungkan, karena sikap itu membuat seorang politikus di cap macam2 yg dia tidak ingin di kait2kan.

Dalam situasi spt itu, maka suatu gerakan kecil dari orang2 fanatis yg mengeruk keuntungan paling besar dari gerakan ini akan menjadi sangat kuat, jauh lebih kuat dari proporsi sesungguhnya.

Dan itulah jadinya jebakan sistem demokrasi tanggung. Tidak ada diskusi yg benar2 terbuka, tetapi voting tetap jalan. Jadi tekanan2 dibawah tangan bisa berjalan.

Saat ini, di peta perpolitikan ngindo telah tercetak bahwa seseorang yg ‘anti-islam’ tidak bisa masuk mainstream. Padahal definisi ‘anti-islam’ itu dicetak oleh gerombolan kecil manusia ekstrim.

Sedemikian besarnya tekanan moral ini, sehingga prez SBY pun terkena. Apalagi otak2 tanggung spt wapres.

Kita2 rakyat biasa tinggal tunggu saja. Jika UU gila mulai bermunculan, ya pasti semakin jebol lah negara. Saat itu kita ganti lagi pemerintahan dan UU nya. Buang waktu 10-20 tahun, beberapa orang jadi kaya raya — nanti kita bandingkan perkembangan ekonomi dengan Kambodja dan Laos (thailand sudah jadi macan gede, vietnam sudah jauh didepan); dan kurasa masih menang sama Burma.

Kalau mau dagang / investasi di ngindo – kesempatan tetap besar, asal produk anda didisain siap2 bisa muter2 syariah kek, non-syariah kek, asal laris dan bisa untung besar, soal konsumen jadi padha kere ya bukang tanggung jawab kalian sebagai investor / pedagang ….

Banyak kok negara yg bernasib demikian.

Dijadiin case study juga kurasa bagus kok … tahan berapa lama sampai ekonomi bangkrut (lagi). Lalu perbandingan laju ekonomi dibawah sistem diktator, demokrasi dan wahabiyah … Bisa untuk bahan studi negara2 ketiga lain untuk menentukan pemerintahan mereka masing2 ..

b@b (ohya, siapa mau investasi di persewaan alat2 penyiksaan umum yg bisa di set up di lapangan sepak bola atau alun2 dengan cepat? alat gantung, pendem, batu2an, lengkap dengan panggung dan sound system portable — kayak di Afghan dulu ?)