slamBak kebakaran jenggot, kaum muslimin seluruh dunia memprotes dengan berbagai cara (termasuk anarkis, seperti biasa) pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh media massa Denmark yang disusul oleb berbagai media massa Eropa lainnya. Kata kaum muslimin tersebut, pemvisualisasian Nabi Muhammad dilarang keras, karena dikhawatirkan akan terjadi 'kultus individu' terhadap beliau. Namun, benarkan pemuatan gambar karikatur pada media massa Denmark tersebut bisa memicu 'pengkultusan'?

Saya rasa jauh panggang dari api, jika kita bilang bahwa hal itu menjurus pada kultus individu.

Saya baru saja membaca buku Dawkins, "Sungai dari Firdaus" dalam edisi Bahasa Indonesia. Kalimat ini berasal dari buku tersebut:

"Gambar itu tak lebih dari serakan tinta diatas kertas."

Sedangkan visualisasi tak melulu hanya dilakukan lewat tebaran tinta pada kertas. Jika saya bilang bahwa saya adalah seorang pria berusia limapuluhan, tak mengerti dengan selera musik anak muda, tidak berjenggot, tinggi 170 cm, warna kulit coklat terang, rambut lurus, agak botak di bagian depan, maka saya sebenarnya tengah MEMVISUALISASIKAN diri saya sendiri.

Jika visualisasi Nabi Muhammad dilarang, kenapa ada deskripsi tentang ciri-ciri nabi? Kenapa dikatakan bahwa Rasulullah berjenggot, bersorban, berjubah dan lain sebagainya? Semua itu jelas adalah GAMBAR nabi Muhammad melalui kata-kata.

Lalu jika seorang artis melukis seorang yang berjenggot, dan ia menyatakan bahwa itu adalah lukisan Nabi Muhammad, kenapa kaum muslimin bak kebakaran jenggot?

Saya rasa menyerang Kedubes Denmark dan negara-negara lain atas alasan tersebut adalah tindakan yang sangat konyol.

Untuk ke sekian kalinya terbukti, bahwa pikiran orang-orang yang beragama itu sungguh-sungguh tidak logis. Mereka tidak mengerti bahwa akal sehat mereka sudah hilang, berganti dengan kepercayaan membabi buta dan kebencian terhadap orang lain, yang tidak berpemikiran seperti mereka.

Dan juga sepertinya kaum muslimin tidak banyak yang mengetahui, bahwa di gedung Mahkamah Agung AS terpajang relief Nabi Muhammad, sejak gedung itu dibangun, lebih dari seratus tahun yang lalu.

Jika visualisasi Nabi Muhammad dilarang keras, maka semua hadist-hadist yang menerangkan tentang ciri-ciri fisik Nabi Muhammad harus diberangus juga. Karena dari deskripsi tersebut bisa saja menimbulkan 'kultus individu'.

Ada lagi alasan kaum muslimin yang mengatakan bahwa visualisasi tersebut dilarang karena gambarannya tidak akan mungkin menyamai keagungan Muhammad SAW. Sebuah pernyataan lain yang tidak kalah tak-masuk-akal-nya.

Bagaimanapun gambar yang dibuat, tentu tidak ada yang akan menyamai Nabi Muhammad secara fisik. Yang persis sama dengan Nabi Muhammad ya adalah Nabi Muhammad itu sendiri!

Bagi saya semua kekonyolan ini tentu tidaklah mengherankan. Maklum, para teis. Namun yang saya sayangkan adalah orang-orang yang mengaku bisa berfikir dan menggunakan akal sehat, namun mereka tetap terperangkap di bawah kungkungan ketololan tersebut.