" Apakah yang bapak lakukan kalau SI berlaku dinegeri ini ? "
Pertanyaan dari Bung Anton , kira-kira seperti diatas sambil menunjukkan simpati kepada kelompok minoritas. Ia memperkirakan bahwa ada sebagian kelompok minoritas yang mungkin pindah keluar negeri dan sebagian besar tentu tak akan mampu pindah , bahkan ada sebagian besar yang meskipun mampu secara finansial untuk pindah, toh tak akan pindah …. berabe hidup diluar negeri dan sebagai orang Indonesia tentunya masih tetap akan tinggal ditanah air.

Bung Anton mengatakan bahwa ia dan sebagian kelompok Muslim yang kita
juluki sebagai kelompok moderat , meskipun nggak sulit menerima SI, toh
mereka tak rela Republik ini menjadi Republik Agama. Kepada pak Anton aku
menjawab pertanyaan tersebut dengan hati terbuka. Jawabannya kira-kira
sebagai berikut intinya. Kalau toh rakyat Indonesia mayoritas menerima dan
setuju dengan Syariat Islam, yah sebagai negara demokrasi tentunya kita
harus menerima dengan berbesar hati. Bahwasanya akhirnya terjadi penindasan
agama dan kelompok minoritas dipinggirkan, yah apa boleh buat. Lihat aja
nanti , apa yang selanjutnya akan terjadi dinegeri ini. Segala sesuatunya
kan merupakan keinginan yang terjadi. Umat minoritas menganggap begitulah
kemauan Allah yang misterius tak kita ketahui benar-benar apa tujuannya.
Kita wajib menerima dan bertakwa serta pasrah kepada Allah kalau itu sudah
terjadi.

Kalau aku berpikir logis, dan membaca berbagai website, membaca berbagai
tulisan, menjadikan negara ini Syariat Agama, tampaknya tak semudah itu.
Ada beribu-ribu bahkan berjuta-juta rakyat Indonesia yang masih mampu
berpikir dan masih mampu memiliki nurani dan bukannya kefanatikan buta
serta fanatisme mengalahkan kerja otaknya. Apa sebabnya ? Kemungkinan
negeri ini terpecah-belah sudah didepan mata dengan berlakunya SI. Dunia
tak akan menyukai negeri agama yang menindas minoritas dan sebagai negara
yang lokasinya strategis, kaya sumber alam, rakyatnya menganut beragam
kepercayaan dan rakyatnya terdiri multi suku dan etnis. Apalagi saat ini
negeri ini sudah pada kondisi krisis multi dimensionil. Celaka benar kalau
maksud manusia bebal macam beberapa apakabarian yang main ancam benar-benar
menguasai Indonesia .

Apakah tanda-tanda kemauan sebagian rakyat menuju negara agama ? Tanda
pertama ialah disetujuinya UU Sisdiknas yang sangat kental akan bertujuan
jangka panjang menjadikan pendidikan kearah agama Islam yang diistimewakan.
Kemudian RUU Pornografi yang mengatur busana wanita kearah negara padang
pasir dengan tujuan akhir ialah macam Burkha … pakaian tertutup lengkap,
katanya supaya nafsu melihat wanita tak menimbulkan gairah. Apa yah, ngak
menggairahkan …. toh masih ada 1001 akal agar wanita tetap mampu menarik
pria …. kalau nggak bagaimana pasangan bertemu ? Wah, RUU Porno memang
sangat meragukan apakah mampu menjelaskan secara gamblang dan apakah
nantinya bukan merupakan kebodohan dan kemunafikan ?

Dan dinegeri ini sudah ada beberapa propinsi serta beberapa kabupaten
menyatakan berlakunya Syariat Islam, bahkan di Bulukumba dalam berita
terakhir sudah memakai unsur-unsur ancaman kejam terhadap pemrotes Syariah
Islam : nah keblingeran inilah yang mengerikan. Bukannya aku takut kepada
agama Islam, tetapi eksesnya dan kemungkinan besar ialah negera Indonesia
bisa-bisa lenyap dari permukaan bumi, paling tidak akan seperti Uni Sovyet
yang terpecah belah dan yang celaka ialah negara ini sudah menuju kearah
kemiskinan akut, nah …. apalagi yang akan terjadi ? Sulit dibayangkan
tetapi kayaknya menuju kehancuran dan perpecahan habis-habisan . Lho Iraq
aja sekarang baku bunuh antara kelompok Shihite lawan kelompok Sunny dan
memakai bom mesjid lagi , ratusan orang tewas dan Muslim lagi : Muslim
berkelahi lawan Muslim , menyedihkan dan memalukan  tentunya.

Terima kasih kepada Bung Anton, Bung Helsin, Pak Rahardjo, Pak Darwin, Mbak
Zulaecha, Pak HZM, Bung Pebe, Bung Elceem dan kawan-kawan lainnya yang
selalu sabar dalam melontarkan pemikiran-pemikiran positip dalam membela
kebenaran. Karena merekalah kita semuanya masih sangat optimis bahwa arahan
Syariah Agama masih akan tertangkal.