demoMengamati perkembangan kelompok FPI ini cukup mengkhawatirkan. SIkap masyarakat yang pasif dan beberapa kelompok yang keliatannya "mengakui" kelompok ini justru membuat mereka merasa kuat. Masih ingat beberapa waktu yang lalu orang2 yang punya konflik dengan isu agama langsung bertandang ke kelompok ini untuk menjelaskan posisi mereka seakan2 FPI ini adalah wakil umat Islam di Indonesia

   Saya sendiri ketika meliat berita mengenai pelemparan batu dan pembakaran
bendera di depan kedubes Amrik cukup prihatin dan jengkel. Teman2 sekelas saya
di kampus pun jg mengutarakan kegusaran mereka terhadap kelompok ini. Ide dari
teman2 saya antara lain: ambil satu truk, bawa ke markas FPI, angkut semua
anggotanya dan buang ke pulau terpencil, hehehe, Namun, saya tidak setuju kalau
cara kekerasan digunakan untuk membungkam kelompok ini. ….jelek2 begitu, FPI
masih punya hak konstituional untuk tetap eksis sebagai organisasi.  Saya pun jg
tidak setuju bila kita bertandang ke markas mereka dan memaki2 mereka atas
perbuatan mereka. Alasan saya dua: percuma aja karena mereka memiliki tingkat
peradaban yang lebih rendah, dan kedua, aksi maki2 menyamakan kita dengan
mereka…., ide yang lain yang saya dengar adalah dengan memberikan mereka
setumpuk majalah playboy dan DVD porno biar mereka "anteng" alias kalem dan lupa
untuk berbuat onar….(namun saya malah berpikir, kelompok dengan
  tingkat peradaban seperti FPI tidak boleh mengalami "stimulus" berlebihan, saya
takut membayangkan apa yang terjadi setelah itu).

   Yang diherankan adalah, sikap pemerintah kita yang keliatannya impoten
terhadap sepak terjang kelompok ini. Mungkinkah mereka takut melawan sebuah
kelompok yang menyandang kata "Islam" dalam namanya? entahlah, yang pasti, sikap
kita sebagai masyarakat harus terus menyuarakan penolakan terhadap SIKAP dan
SEPAK TERJANG mereka yang meresahkan. Ketika mereka membakar bendera dan
melempar batu ke kedubes orang lain, mereka bukan hanya mencoreng muka bangsa,
tapi jg mencoreng reputasi agama. Sikap penolakan kita harus jauh dari tindakan
kekerasan, karena kita tidak boleh jatuh ke dalam lembah yang sama dengan
mereka.
   Yang pasti, Indonesia yang moderen dan demokratis tidak memiliki tempat bagi
sebuah kelompok semacam FPI untuk bertindak barbar dan melakukan aksi kekerasan.

   Indonesia yang bergerak ke arah toleransi atas pluralisme,jg tidak memiliki
tempat untuk sebuah pandangan sempit untuk menyentuh kekerasaan. Kita akui hak
mereka untuk berserikat dan berkumpul, namun kita jg harus melindungi hak warga
negara yang lain untuk hidup tenang dan memiliki sebuah negara yang tidak terus
dipermalukan oleh kelompok2 ini.