Seorang sopir diperumahan Pamulang ternyata mendapatkan gaji jauh dibawah UMR, maklum pemilik mobil tua seorang pensiunan yang duitnya cekak. Bagaimana sopir tersebut memenuhi kebutuhan hidupnya ? Gaji sopir tersebut cuma Rp 400 ribu/bulan, bagaimana dia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya? Kenapa dia mau digaji sedemikian kecilnya ?


Kebetulan sepupu merekrut sopir tadi ….. dan ceriteranya bagaimana dia
hidup serba kekurangan, istri bekerja sebagai pencuci pakaian dan
mensetrika, kadang-kadang membantu rumah tangga tetangga dan pekerjaan
serabutan lainnya. Si sopir juga menarik bajai waktu selesai bekerja di
Pamulang. Bajai tersebut milik pamannya yang setelah capai bekerja
dilanjutkan oleh sopir tersebut. Tentu saja pekerjaan berat dan setelah
bekerja dengan sepupu aku, barulah kelihatan bagaimana rajinnya dan gaji
diberikan ( setelah 1 tahun bekerja ) Rp 400.000,- bulanan dan setiap Sabtu
mendapat Rp 250.000,- plus uang makan harian Rp 20.000,-/hari ….. apakah
gaji tersebut cukup ? Semestinya cukup, tetapi kebutuhan dan utang-utang
masa lalu …. memang repot menjadi orang kecil dan saling menolong
diantara keluarga orang Jawa menjadikan penghasilan berapa aja tetap ….
nggak pernah berlebihan . Termasuk acara pulang kampung menyambut Lebaran
bersama 2 anak …. beayanya bukan main-main untuk menghabiskan tabungan !
Aku menanyakan kesepupuku, kok menggaji lebih besar dibandingkan yang lazim
? Ia mengatakan : " Ini sopir rajin banget , bertanggung jawab, bisa
dipercaya dan aku menginginkan sopir yang kerjanya mantap dan tenang , agar
keluargaku aman serta nggak repot mencari sopir baru … gaji cukup juga
menjamin kesehatan …. artinya makanan yang sehat dan sempurna ….

Jadi banyak pekerja yang gajinya kecil, istri bekerja sampingan dan mungkin
saja ada pekerjaan kedua …. jadi sopir tersebut berpikir positip dan ia
baru mau keluar kerja setelah yakin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,
padahal bertahun-tahun ia melayani pensiunan tua tersebut dengan gaji
kecil. Akan halnya pengganti sopir tersebut, ialah keponakan yang baru
mentas …. ia yakin kalau keponakannya rajin …. akan mendapatkan
kerja ….. seperti dirinya …. bekerja dengan gaji yang nggak cukup
kemana-mana …..

Hanya perusahaan yang resmi terdaftar dan terpantau di Depnaker yang akan
memberlakuan UMR atau istilah lainnya : pensiunan, rumah tangga, perusahaan
gurem , rumah makan, cafe kecil , toko-toko atau kios-kios di Mangga Dua
tak akan memberlakukan UMR atau UMK dan sebagainya …. jadi memang jauh
lebih banyak sektor yang tak mengikuti UMR ….. dan yang paling dominan
dalam pertumbuhan ekonomi rakyat kecil sebenarnya mungkin bukan pegawai UMR .

Contoh sopir tadi menunjukkan pegawai yang tidak cengeng, lain sekali
dibandingkan dengan pegawai-pegawai penuntut UMR tanpa peduli perusahaan
kuat atau tidak, bangkrut atau terus melaju …. contoh kejadian Taiwan
1970-an, masih valid sebagai contoh permulaan tumbuhnya ekonomi …

Jakarta, 19 Januari 2006