Ada suatu ingatan mengenai bagaimana seorang adik berkutat bertahun-tahun  dalam berbagai bisnis dan selalu gagal. Orang ini tak mudah menyerah dan  sebagai anak kesayangan ayah, ia mendapat dukungan modal dari ayah.
Pertama ia mendirikan bengkel sepeda motor dengan menyewa toko yang
digunakan untuk bengkel dan toko suku cadang, lokasi yang didapat cukup
bagus dan lumayan, giliran krisis moneter bengkel dan toko suku cadang
terkena imbasnya, agak kesulitan dan yang paling parah ialah partner
dagangnya menipu sehingga ludas modal dan terpaksa semua peralatan dijual
untuk melunasi hutang.

Ia mulai lagi mengumpulkan modal, dari kakaknya ada bantuan dan juga dari
ayah yang baru menjual sebidang tanah simpanan dilokasi strategis,
penjualan ini untuk modal mendirikan bisnis otomotip juga. Ia mendapat
supply mesin-mesin bekas eks import dari Singapore dan bisnis kayaknya
memang sulit dan berakhir dengan kebangkrutan lagi. sebagai kepala
keluarga dengan 2 anak, tentu bukan perkara gampang dengan kebangkrutan ini.

Kali ini anggapannya bahwa bisnis otomotip bukan rezekinya dan ia mulai
mendirikan toko makanan dengan membuat kue dan roti, sulit sekali
memasarkan roti dengan perusahaan kecil dengan demikian banyak persaingan ,
tetapi keuletannya dan kecermatannya dalam membuat roti dan berbagai
percobaan bagaimana menghasilkan roti yang enak dan harga terjangkau .
Tetap saja bisnis roti merangkak, penjualan serba pas-pasan. Setelah
berbisnis roti selama 17 bulan ialah pada liburan Lebaran yang ketika itu
cukup panjang, ia beserta seluruh pegawainya mengambil kesempatan untuk
berdagang roti. Pada waktu liburan panjang, semua perusahaan roti libur dan
segenap karyawan pulang kampung. Dari toko ketoko ia memberikan supply roti
dan kebanyakan pedagang atau pemilik toko cuma memberikan kesempatan jualan
roti selama supplier asli belum membuat roti. Pemilik toko mengatakan : "
Pak, kita cuma ambil anda punya produk selama liburan Lebaran . "
Demikianlah semua toko hanya mengambil selama liburan karena tak adanya
supply yang biasa. Semua toko ia supply dengan bekerja lembur
habis-habisan. maklum inilah kesempatan jualan : kesempatan menaggguk
rezeki . Jadi yang terpikir ialah bekerja habis-habisan setelah itu mulai
dengan biasa lagi …. jualan yang sedikit !

Begitu 2 hari setelah lebaran, perusahaan roti mulai mengerjakan sedikit
saja sebab tak ada toko yang akan menjual produknya. Apa yang terjadi ? 3
hari setelah berhenti mensupply toko-toko, pemilik toko pada berkunjung
keperusahaan si pengusaha ulet dan minta supply lagi : " Pak, para
langganan meminta roti merk anda, apa bisa besok supply lagi ? " Dan
mulailah rezeiki dan kesuksesan, perusahaan kekurangan kapasitas sehingga
mencari kontrakan rumah dan mendirikan toko roti ke 2, 6 bulan kemudian
mulai mendirikan toko ke 3 didaerah lainnya dan pada tahun ke 3 sejak mulai
jualan roti, ia sudah memiliki 5 outlet jualan roti sekalian membuatnya.
Demikian kisah Kegagalan adalah Sukses Yang Tertunda ! Saat ini ia sudah
memiliki 12 outlet diberbagai kota : suatu bisnis yang lumayan !