Pagi ini ada berita bagus (buat penjahat2 tertentu, bukan buat umum), yaitu Nurdin-Halid (NH) bebas lagi. Oleh suatu teknikaliti.

Hakimnya (Pane) ber-api2 — ngotot! Hebat juga ya orang membela penjahat bisa ngotot, membela TKW yg dijual sebagai pelacur nggak ada yg ngotot …

Hakim ini pasti ‘naik daun’ diantara mereka2 yg membutuhkan jasa2nya
….
Orang dibayari kerjanya niat, ngotot — ini suatu watak ‘pekerja’ yg
baik!

Juga berarti di Jakarta ini masih banyak pengacara2 makelaran dana
tinggi yg bisa sukses! Probosutejo sekedar sial atau goblog (sekedar
info, kemungkinan kedua "goblog" sangat kuat pada orang ini ..)

Lalu, NH ini jagoan belut licin — lepas dari fakta dia menggunakan
dana sogokan besar untuk memuluskan jalan. Lihat probe ..eeh
probo-tejo itu, keluar 16M juga gagal! Tidak semua orang kaya penyogok
pejabat itu pinter! Banyak juga yg ditipu lawyer nya, ditipu orang
makelaran jasa sogok2an. Perlu skill untuk jadi penjahat lihai
ditengah2 orang2 jahat!

NH ini terbukti sudah very skillful. Mestinya SBY mencarikan posisi
untuk belut licin gini buat menguntungkan negara. Apa ya? Dijadikan
perantara TKW ke mancanegara? Ingat bahwa jadi ‘snakehead’ jual
manusia itu juga perlu skill licin2, selain jahat kejam tidak bermoral.
Sifat2 yg jelas2 dimiliki NH.

Jadi atase intelijen ke Korea Utara? Sudan?

Yang jelas, jangan sampai dia dapat posisi2 kekuasaan atas dana
masyarakat lagi spt yg sudah2.

Orang2 goblog pun jangan sampai kejeblos ber-kali2 di tempat yg sama.
Misalnya dalam menganggap NH ini goblog, atau baik hati ..

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0512/16/utama/2293000.htm
Kompas. Jumat, 16 Desember 2005

Nurdin Halid Bebas
Majelis Hakim: 19 Saksi Sangkal Keterangan dan Paraf di BAP Kepolisian

Jakarta, Kompas – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis
(15/12), membebaskan Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa Nurdin Halid
dari dakwaan korupsi. Sebelumnya, jaksa menuntut Nurdin hukuman 10
tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis menilai dakwaan jaksa dalam perkara korupsi impor gula Thailand
dengan terdakwa Nurdin Halid ini tidak dapat diterima. Namun, hakim
mempersilakan jaksa jika akan menyidik kembali perkara tersebut dengan
prosedur baru, yakni memulai dari penyidikan polisi.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Humuntal Pane didampingi
Laurensius Sibarani dan Amril.

Dengan suara berapi-api, Pane menyatakan, berita acara pemeriksaan
(BAP) dalam berkas perkara Nurdin Halid cacat hukum dan tidak sah. Ini
karena sebagian besar saksi (19 dari 25 saksi), yang dihadirkan dalam
persidangan, mengaku tidak pernah diperiksa dalam perkara Nurdin Halid.