"I always expected that if I got free I would be able to tell the Australian public what really happened, but now that I’m here I still don’t believe it’s safe for me to do so, because there’s still … a number of other young Australians in Indonesian jails, and I simply won’t take the risk of making it worse for them than it already is." (Michelle Leslie)

Indonesian way of life

Berita ttg kesaksian Michelle Leslie dan reaksi publik serta pemerintah Australia ditanggapi beragam oleh masyarakat, tak terkecuali oleh para anggota di milis apakabar ini. Ada pendapat yg mewakili pandangan para birokrat dan pemerintah yg bertendensi menjaga nama baik negara walau dgn cara menutup-nutupi kebobrokan praktek sistem hukum Indonesia. Kelompok lain, berusaha mendalami dan meneliti apa saja kebobrokan dan kelemahan praktek sistem hukum dan politik di negeri ini. Berusaha membongkarnya agar praktek hukum di Indonesia bisa dengan cepat diperbaiki.

Ungkapan Michelle yg terkutip diatas menyiratkan bhw dia tidak bisa membuka semua fakta yg dialaminya. Walaupun di Australia, kebebasan mengungkapkan diri dijamin sepenuhnya hak-haknya oleh hukum sebagai warganegara. Lantaran masih ada beberapa rekan sewarga yg masih di penjara dan diharapkan memakai cara yg sama. Michelle Leslie’s way sebetulnya sama dengan Indonesian way of life. Prinsip "semua bisa diatur" tergantung sikondom (=situasi dan kondisi domestik). Bagi publik Australi kasus Michelle ini pasti dianggap sangat aneh. Sekali lagi mereka dikejutkan oleh kenyataan adanya masyarakat yg disebut menjunjung rule of law namun mempunyai keputusan-keputusan hukum yg tidak bisa diprediksi dan tidak sesuai dengan standard masyarakat demokratis yg mapan. Beberapa bulan lalu publik Australi terkejut dan marah karena tidak masuk dalam akal sehat mereka seseorang yg membawa 2 butir pil ekstasi (dan kuat dugaan bukan milik Leslie), bisa dijatuhi 15 tahun penjara. Orang Indonesia yg sok bangga dan nasionalis akan mengatakan ya memang begitu hukum yg ada di negeri ini. Tegas dan keras terhadap siapa saja yg memakai barang haram, ganja, narkotik, ekstasi dan sejenisnya. Kini walaupun lega publik Australi lebih terkejut lagi, keputusan hukum yg 15 tahun itu tiba-tiba bisa batal. Dan setelah 3 bulan Michelle bebas sepenuhnya. Ajaib. Lalu bagaimana dengan Schapelle Corby dan warga Australi yg lain? Apa sebenarnya rahasia bebasnya Michelle Leslie?

Mencermati rusaknya praktek hukum, politik dan budaya.

Masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia mungkin tidak terlalu peduli bahwa sebenarnya dibalik kasus Michelle Leslie tersimpan problem besar bangsa ini. Masalah-masalah pribadi, keluarga dan berbagai peristiwa besar di dunia dan di Indonesia dengan cepat akan menenggelamkan kasus Leslie ini. Dan bangsa Indonesia mungkin akan terpuruk dlm lingkaran setan yg sama. Manakala tak ada satu kekuatan sipilpun yg mampu melakukan pendobrakan dan perbaikan mendasar.

Proses pembebasan Michelle Leslie dengan cepat terjadi melalui beberapa gerakan yg terjadi secara bersamaan. Kita bisa merekonstruksikannya lewat cara berpikir khas budaya Indonesia. Tidak terlalu sulit.

* Dari cara berpakaian si Michelle terjadi suatu proses menarik simpati melalui gerakan budaya agama. Ini terlihat jelas, karena saat sidang pertama Michelle memakai pakaian brukut burqa, sidang kedua hanya memakai selendang penutup kepala, dan ketika bebas, bebas pula dia bertanktop dan celana. Walau seribu kali Michelle mengatakan bhw dia sudah jadi mualaf, tak seorangpun di Indonesia yang akan percaya. Ini terlihat jelas pula dari pernyataan keheranan model Singapura yg Islam, Mia atau Siti Nameera Azma. Menjadi Islam itu hanya bisa terjadi atas nasehat ahli hukumnya. Michelle memakai taktik menarik simpati mayoritas bangsa Indonesia yg muslim dgn memakai simbol agama. Tentu saja kemungkinan taktik pura-pura Islam ini akan sangat penuh resiko. Sebagai sosok publik dan celebriti, Michelle Leslie tidak bisa lagi mencabut simbol agama yg telah dipakainya. Pasti masyarakat Islam Australi dan Indonesia akan mengutuk dan melakukan berbagai kekerasan non fisik kalau dia mencabutnya. Menghujat, melecehkan Islam. Poor Leslie!

* Investigasi koran Herald Australi menguak lika-liku usaha penyuapan yg sama sekali tidak diberitakan oleh media Indonesia. Lucu, dramatis dan tragis. Mula-mula dibutuhkan 20 sampai 40 ribu US dollar, utk memanipulasi hasil laboratorium dan menyuap polisi. Gagal. Dalam perjalanan waktu diketahui bahwa pacar Michelle, Scott Sutton adalah anak konglomerat dealer mobil Australi. Scott bekerja keras diam-diam dibantu oleh salah satu senior manajer perusahaan ayahnya yg pernah tinggal dan besar di Jakarta. Menurut sumber informasi yg berhasil digali oleh Herald, diketahui bahwa ‘wakil’ dari biro anti narkotik kepolisian Indonesia meminta 400 ribu US dollar agar bisa mengurangi hukuman dari 15 tahun menjadi hanya 3 bulan. Diberitakan oleh Herald, Neil Sutton, ayah dari Scott pacar Leslie akhirnya harus mengeluarkan 600 ribu US dollar utk membebaskan calon anak mantunya ini. Alasan Neil Sutton: "Apapun akan saya lakukan utk mengurangi beban emosi dan penderitaan anak saya."
(US $ 600.000 = sekitar Rp 6.000.000,000 = enam milyard rupiah)

*Gerak sinergi bebasnya Michelle Leslie menjadi lebih cepat ketika media Indonesia mulai membuka misteri mengapa Michelle datang ke Bali dan siapa saja temannya ketika dia ditangkap. Menurut Herald, Michelle Leslie
yg menginap di Villa Amanda sebelumnya mengadakan pesta anak-anak muda. Mia, Michelle hadir di pesta anak-anak pejabat dan anak-anak orang kaya Indonesia. Ekstasi, cocaine, minuman keras bagian dari pesta 20-an anak-anak muda elit itu. Michelle Leslie kemudian membawa 2 butir ekstasi utk dua orang temannya yg tidak datang ke pesta malam itu. Di mobil menuju pesta musik rakyat di Garuda Wastu Kencana, ternyata ada Azman atau Mia, Anindra Bakrie, putra Aburizal Bakrie menteri ekonomi Indonesia, dan dua orang lain yg tidak diketahui namanya. Nasib malang tak bisa diduga, pesta hura-hura anak-anak elite yg melibatkan si model Michelle ini berbenturan dengan gebrakan Kapolri Sutanto yg sedang melakukan operasi anti narkoba. Barangkali kroco-kroco polisi yg menangkap Michelle tidak menyadari juga, bhw akhirnya hasil tangkapannya berbuah peristiwa besar yg meledak menggegerkan media Australi dan Indonesia. Maklum kroco-kroco itu sekedar mengemban tugas mulia negara yg dibebankan di pundak Kapolri dan diteruskan pada mereka sebagai pelaksana. Siapa menyangka tugas mulia berubah menjadi bencana. Singkat kata, bapak Anindra, menteri ekonomi kita Aburizal Bakrie kebakaran jenggot walau dagunya lonjong dan mulus. Lantaran waktu itu ramai diberitakan bhw beliau termasuk salah satu yg dianggap sebagai menteri gagal dan harus diganti. Politik tingkat tinggi mulai berputar. Tuntutan akan diajukan lewat Dewan Pers pada media yg mencederai nama baiknya lewat anaknya. Polisipun akhirnya gelagapan dan mengatakan Anindra tak ada dalam berita acara pemeriksaan.

* * * * *
Epilog

Begitulah cerita drama mendebarkan yg sebenarnya masalah kecil yg biasa terjadi sehari-hari di Indonesia. Korupsi, Kolusi, Nepotisme selalu masih terjadi hingga kini. Bisa memelintir hukum-hukum pasti, tegas dan jelas bagi pelanggarnya. Uang, kekuasaan, dan tehnik tinggi ilmu manipulasi adalah way of life Indonesia. Di atas segalanya yg dianggap dulu mulia. Menjadi huru-hara dan merepotkan kalangan pejabat dan politisi dua negara. Lantaran yg tertangkap seorang model celebriti pembawa dua butir ekstasi, yg sedang berpesta dengan anak pejabat tinggi Indonesia. Gerakan sinergi tingkat tinggi pula yang akhirnya membebaskannya. Yang sering tidak dilihat dan pahami oleh rakyat biasa. Lalu bagaimana dengan Schapelle Corby yg sedang dipenjara dengan kasus yang mirip sama? Bisa diprediksi dan diduga pegawai salon kecantikan di Australi ini tidak akan mengalami nasib baik Michelle Leslie. Sebabnya sederhana. Schapelle Corby tidak melakukan gerakan sinergi sikondom way of life Indonesia, ‘semua bisa diatur’. Teriakan dan tangisan keras protes seusai sidang hanyalah keharuan sekilas di layar kaca TiVi anda. Selebihnya, Schapelle Corby mungkin akan berkarat keriput di penjara. Apa boleh buat. Tragis, dramatis. Namun itu hanyalah judul sinetron lain dengan akhir cerita yg berbeda pula.

Negeri tetangga Australia yg bernama Indonesia mempunyai praktek hukum dan politik yg secara teguh menganut sistem unik didunia. ‘Semua bisa diatur’ sikondom way of life Indonesia. Proyek operasi besar-besaran pemberantasan korupsi di Jakarta seolah tiada arti. Kegeraman atas bobroknya budaya KKN seolah kikuk, kaku, membisu dihadapan si Michelle Leslie yg manis, cute. Dan andapun pasti tercenung di akhir permenungan.

Salam $$$:
*** teewoel