Akhir2 ini, kampanye Kalla ternyata sukses, dengan mengundang tokoh2 lunak lalu keras ke rumahnya, disuguhi VCD teror ideologi fundamentalis islam (TIFI) — tampaknya Kalla berhasil memencet ‘kenop’ yg tepat.  Para tokoh lunak manggut, tokoh2 keras ala dinsamsu tampaknya juga merasa ‘di-uwong-ake’ dengan jamuan dirumah wakil-khalifah disuguhi kurma .. eeh VCD pornografi TIFI itu. Dinsamsu bersabda — sebagai wakil Mh (Muhammadiyah) — bahwa terorisme merugikan Islam.

http://jkt.detiknews.com/index.php

/detik.read/tahun/2005/bulan/11/tgl/18/time

/11547/idnews/480581/idkanal/10.

Komentar tokoh2 MUI juga senada, walau masih ada loophole dibiarkan
menganga: di Indonesia itu jelek, tapi di tempat2 tertentu (i.e.
Palestina misale) implicit boleh.

Bola liar ini langsung disambar oleh ‘kanan luar garis’ Direktur Pondok
Pesantren Al Mukmin, Ngruki, bahwa "tidak ada yang salah dalam
statement2 jihad VCD" .. kalau di daerah perang!
Jadi masalah bergeser lagi jadi semantik, yaitu definisi daerah perang.
Ada yg mendefinisikan Indonesia jelas2 bukan daerah perang, tetapi
jelas loophole ini menganga besar, lha kalao di Poso? Maluku?

Palestina lagi.

Belum lama ini ada lagi dokumentari di TV SBS ttg sejarah suicidal
bombers. Seorang wartawan senior mengelilingi Timur-tengah untuk
menyusuri sejarah bom bunuh diri disana (bukan termasuk Tamil).
Ternyata sejarah awal adalah dari Iran, pada saat perang Irak-Iran, ada
seorang anak muda teenager yg jelas2 menyatakan mau suicidal dan
melakukannya, lalu dihargai tinggi oleh Khomeini himself. Dijadikan
syuhada yg dimasukkan dalam buku sejarah. Sejak itu suiciders jadi
‘cita2’ banyak anak muda Iran.
Dan ini more or less ‘sesuai’ dengan ajaran Syiah yg memang dekat
dengan self-flagellation (= siksa diri).

Idea ini kemudian dibawa oleh Hizbullah, pasukan yg didanai Iran di
Lebanon. Mereka masih menggunakan alasan2 agama (syiah) untuk
melakukannya, janji surgawi dan semua pelaku bom itu di martirkan,
dibuatkan papan iklan (spt yg biasa di pasang di tempat2 turisme untuk
informasi) di tempat2 mereka meledak.
Hizbullah kemudian merekrut dan melatih pasukan kamikaze ini secara
khusus. Bom2 lebanon tahun2 1980an terbukti efektif mengganggu Israel
(dan tentara US) di Lebanon.

Taktik yg ‘murah meriah’ secara militer ini kemudian diadaptasi juga
oleh kaum teroris dukungan Syria yg sekuler. Ada wawancara dg jenderal
sekuler yg mengakui bahwa mereka menggunakan juga suiciders karena demi
nasionalisme.

Dokumentari ini memuat juga video2 pengakuan korban2 Syiah agamis
maupun baathist sekuler, yg mirip spt video Top kemarin. Anak2 muda –
rata2 ekspresi serius – mengucapkan pesan2 terakhirnya. Kulihat hanya
suiciders nJowo yg cengengesan ala amrozy – dan salah satu pelaku BB2
di VCD kalla itu (edan yach, mau modiar juga masih merasa perlu ‘basa
basi’ ).

Suiciders sekuler itu yg menarik, karena separo adalah perempuan,
bahkan gadis2 17 tahunan — ada yg mengaku dia ‘menikah’ (dengan iman
nya atau something, kayak Corpse bride mungkin) pada saat njeblug nya
itu…. benar2 bukti bahwa human mind itu fully programmable.

Setelah itu, all hell broke loose, semua orang melihat bahwa suiciders
ini cara mudah murah meriah (buat atasan) untuk hasil besar. Resmi
dibuat ‘detasemen modiar’ di banyak grup teroris.

Kita lihat bahwa azahari-top melihat peluang2 ini. Nyawa orang miskin
– sadly – memang rata2 murah. Orang miskin ini adalah rata2 manusia
(mayoritas) di negara2 miskin, atau kaum ghetto di negara2 maju.


Bisa dibilang membicarakan hubungan suiciders dengan agama memang tidak
nyambung, jadi in a way ucapan2 hasil tekanan Kalla itu benar – bukan
dalam term yg dimaksud oleh mereka. Karena siapapun bisa jadi
suiciders – biar beragama khusuk, tidak khusuk ataupun tidak beragama.
Asal ada yg mengakomodir mereka.

Mencuci otak, menyediakan kemudahan2 dan encouragements atau paksaan.
Kaum militeris teroris.

Dari sini kita melihat, bahwa Islam gampang sekali dijadikan alat untuk
akomodasi ini. Gila ideologi atau semangat nasionalisme bisa dibentuk,
tetapi jauh lebih gampang lagi gila agama.

Itu sebabnya, loophole spt yg disiapkan oleh Ngruki boss ini sangat
berbahaya. Sesuai strategi terakhir al-kedah, perang spiritualist
sekarang akan ditingkatkan, mereka2 yg masuk ke masyarakat melalui
‘jalur resmi’, peran ini terbukti sejak awal dilakukan oleh Ngruki
boys. Jadi sangat logis bagi boss Ngruki untuk ‘usaha’ semacam itu.
Yang juga harus sangat logis adalah reaksi semua pihak2 penegak hukum.

Semua penjahat akan berusaha melakukan kejahatan, teroris akan meneror
— itu normalnya (kalau tidak mereka akan ‘kehilangan jabatan’ 🙂 Yang
penting adalah polisi akan mengawasi.
Selama hal2 ini dilakukan ya tidak apa2 ada orang2 gila di masyarakat,
wong memang seharusnya begitu, tidak bisa semua orang waras. Hanya
saja teroris harus dilihat sebagaimana adanya, sebagaimana pedagang
juga jangan sampai keliru dianggap pejabat …..

Law and order, & Prosperity growth

Ternyata kita bisa / perlu juga belajar unggah-ungguh "nguwongake
uwong" dari Kalla! wong sabrang! Wah!

SBY kalah!

b@b