Hehehe dulu pernah ada tulisan senada dari Uda Darwin, ya? Tapi untuk siapa puasa? Nah yang ini tak tulis UNTUK APA PUASA? Dan menurut hasil pengamatan pembacaanku atas email-email yang memuat hal ini kok jadinya lucu-lucu. Ternyata puasa yang dilakukan jaman sekarang ini jauh menyimpang dari amanat intinya di QS-2:185 (maaf kalau salau ingat ayatnya…), yang intinya "berpuasalah agat dikau bertakwa"… TITIK.

Nah tapi memang lucu-lucu. Ada yang puasanya agar dihormati. Buktinya ada spanduk besar di kantorku setelah sederat kata: MARHABAN YA RAMADHAN, lalu ada tulisan HORMATILAH ORANG YANG  BERPUASA…;-). Ada lagi puasa untuk biar lekas sembuh dari luka- luka kecelakaan, jatuh dari motor. Ini terjadi barusan. Salah  seorang anakbuahku kecelakaan 2 pekan yanglalu, hari ini mulai  masuk. Ditanya seorang seniornya yang shaleh: "Puasa nggak Man?" Dijawab: "Puasa, alhamdulillah, Pak" Eee si senior menambah: "Iya biar lekas kering puasa, insyaallah cepat sembuh"… :-0. {moscomment}

Ada pula puasa biar nilai ujian mid-semester mantap. Buktinya di
suatu fakultas kampus dimana aku kerja, ada spanduk demikian:
Marhaban ya Ramadhan [tulisan arab], Selamat datang Ramadan. Ramadan
datang, ibadah semakin hebat, nilai UJIAN semakin MANTAP….;-).

Ada lagi puasa agar terbebas dari kemarahan orang-orang karena bikin
berisik di tengah malam hari. Buktinya ada parade gentong-aqua yang
membangunkan jamaat untuk makan sahur. Padahal sekarang ini setiap
HP bisa diset alarm-nya. Setiap jam juga bisa. Dan hampir semua
keluarga memiliki panunjuk waktu, dalam bentuk apa saja. Tapi karena
ada kelonggaran ketika ramadhan buat bikin berisik, akhirnya ya
itulah. Segala kaleng rombeng dipukuli. Padahal masih Jam 2.00
malam. Imsyak masih nanti jam 4.05. Makanan sahur sudah siap sejak
buka…;-).

Ada lagi puasa yang bertujuan untuk melarang warung-warung buka
siang hari. Puasa untuk melegitimasi operasi MIRAS di toko-toko atau
kios-kios (peristiwa Solo) dll. Puasa juga kadang-kadang dijadikan
alasan buat MBOLOS KERJA… hahaha. Inilah biang keladi kemerosotan
prestasi kerja bangsa ini. Mbolosnya tak tanggung-2 dilengkapi
dengan alasan MUDIK. Dan beberapa instansi sedikit demi sedikit
malah melegitimasi dan memformalkan liburan keagamaan terkait puasa
ini. Kantorku misalnya… meski jelas di kalender hanya 2 hari
berangka merah, namun mulai lusa sudah pada bebas berliburan hingga
nanti tanggal 9 Nop. baru masuk kerja lagi….

Dan bagi aku + keluargaku, puasa kali ini mudah-mudahan benar-benar
bermakna. Karena pulai puasa kali inilah kedua anakku aku
bebaskan: "Tong, mulai puasa kali ini, berhubung dikau berdua telah
BALIGH, maka terserah elo. Mau puasa apa tidak, mau shalat apa
tidak, mau taraweh apa tidak… tetapi kalau elo-elo pengen dihargai
(kajen-bahasa jawanya) tetaplah berpuasa dan shalat. Tetapi jangan
karena alasan itu elo-elo puasa, tetaplah berpuasa karena ingin
bertakwa kepada TUHAN, gitu ya Tong… juka elo, Jo.. (bojo). Aku
jangan lagi dipikirin. Mau puasa kek, mau kagak kek, terserah. Dan
jangan jadikan puasa sekedar memindahkan saat makan dari pagi-siang-
malam menjadi balas dendam dari buka sampai sahur…"

Kelihatannya kok malah berhasil. Anak-anak setiap sahur dah bangun.
Aku bangun 10-15 menit menjelang imsyak…;-P. Saat buka seadanya
minum madu sesendok teh campur propolis dan royal jelly serta pollen-
bee… hehehe, badan sehat.

Maka tak berlaku lagi bagiku, "ada yang berpuasa hanya mendapat
lapar dan haus", lha wong tak merasa lapar dan merasa haus kok…
aha, atau malah seperti tak puasa? Yah, biarin aja….

Jadi UNTUK APA PUASA? terutama untuk umat sebelum Muhammad yang juga
diwajibkan itu lho, yang tak pernah dilihat. Kalau orang-2 nenek
moyangku sih puasa buat menambah kesaktian… hehehe, bisa terbang
dan bisa ngilang… kalau sekarang bisa ngilagin duit…;-)

–mBah SoeL–