Mengikuti diskusi dan debat-debat, baik yang depat supir, debat  kusir sampai debat sontoloyo tentang agama dan tingkah laku orang- orang yang beragama, kok saya jadi khawatir. Jangan-jangan agama- agama tuh pada mau bankroupt. Mulai akan ditinggalkan oleh manusia-2  pemeluknya yang sedikit-demi-sedikit menapaki khasnah rasionalitas.  Menuju logos menampik mitos.

Ya, tidak hanya agama tertentu atau bukan tertentu…;-p. Semua.
Baik yang menentang maupun yang ditentang. Semua dalam kondisi
khawatir kehilangan UMAT. Padahal kalau percaya bahwa agama-agama
itu bikinan Tuhan, berasal dari WAHYU… dan manusia itu sendiri
bagian dari wahyu… mengapa harus khawatir? Itu kan berarti memang
sudah disekenariokan begitu oleh Sang Pabrik Agama…;-p.

Lha tapi ada kepentingan lain Je. Ini menurut pendapat teman-temin
yang hari-hari sibuk ngobrol tentang puasa-puasa yang lalu dan puasa-
puasa sekarang. Kok kelihatannya setelah penyederhanaan partai
(Golkar-PPP-PDI) kemudian definisi agama yang bernabi, berkitab,
berhukum itu aktivitas keagamaan negeri ini semakin BERINGAS, ya.
Ning ya memper. Pantas. Karena keberagamaan itu sekarang ini
cenderung hanya untuk: 1) memperoleh suara pendukung untuk berkuasa
dan memiliki previlege, 2) memperoleh pelanggan (nasabah) emosional
(contoh bank-bank syariah yang sama sekali bodong… wong tunduk di
bawah UU-BI kok bikin aturan sendiri yang lucu-lucu genit, 3)
mempertahankan kekuasaan yang telah diperoleh…

Apa ndak nista gitu itu. Padahal segala perbuatan telah
diatasnamakan TUHAN lho. Perda wajib mengaji, dah pasti ada kata-
kata penyebutan nama Allah. Lha wong yang bikin agama yang ber-Allah
je. Ning, tapi, apa yang terjadi? Anggota DPRD situ-situ toh ampir
seluruhnya KORUPSIONG… hehehe. Lha lantas apa kaitannya antara
ngaji dan korupsi? Kan memalukan atuh. [dulu ketika krisis hebat
mulai, aku dapat teguran dari teman Jepang, gara-gara ngelihat aku
dan teman-teman Ina kan getol "sembahyang", begini: "Eh, Soel san,
kalian orang Indonesia kan rajin bersembahyang akrab dengan kata-
kata suci… eee, tapi kenapa ya beras bantuan kami (Jepang) yang
notabene diambilkan sebagian besar dari dana ummat Buddha dan Shinto
ketika mereka berdoa di Kuil dan Jinja, kok kabarnya dikorupsi, ya?
Tuh nenek-nenek Jepang pada protes kecil-kecilan…"]

Ya gimana aku dapat kasih jawaban? Wong kenyataannya gitu. Dus jadi
kenapa agama-agama mau bangkrut? Ya karena beberapa pemegang
otoritasnya telah bertindak aneh. Menyelewengkan fungsi agama. Agama
bukan menjadi pedoman hidup yang positif, bukan pwerujudan rahmatan
lil ngalamin, tetapi sekedar NGALAMIN RAHMAT LIL mana-mana….
hahaha. Agama-agama hanya tinggal kulitnya saja yang nampak. Isinya
telah hilang musnah terbawa mitos. Mitos yang datang dari negeri
antah berantah.

Eit, tapi ya mudah-mudahan kekawatiran kebangkrutan agama-agama ini
hanya berlaku pada agama-agama yang pemeluknya eksklusif ding. Kalau
yang sudah mateng dan mantap keagamaannya…. pasti tidak ribut-
ribut, cuma khawatir kalau ketrucut…

Swuhn,

KDP alias MBSOEL