Fakta Sejarah (FS)1: Dinasti Islam pertama terbentuk di bawah tangan  Mu’awiyah yang notabene adalah pesaing berat bagi Muhammad dalam  hasrat "berebut pengaruh dan menguasai" Makkah. Dinasti ini pulalah  yang membasmi keluarga Ali, khalifah terpilih non keturunan (tidak diwariskan). Dinasti ini pulalah yang semata-mata gelarnya berdasar  kekuasaan rezim dan keturunan tetapi terus menerus mengaku-aku  sebagai khalifah dan memindahkan pusat pemerintahannya dari Madinah  (warisan Nabi SAW) ke Damaskus dengan alasan agar semakin dekat dengan Byzanthium, sebagai kekuasaan keagamaan yang mereka jadikan  panutan. Bukti? Byzanthium memaksakan koloninya untuk berbahasa  Romawi (Latin), Damaskus memaksakan pemakaian bahasa Arab…;-)

{moscomment}

FS 2: Pertentangan Dinasti Umayah (Mu’awiyah) dengan klan-klan
Qureiys yang masih menganggap ada hubungan darah dengan Nabi terus- menerus berlangsung sampai akhirnya muncul Abbad sang Penjagal yang  membasmi hampir seluruh keluarga Mu’awiyah di Damaskus (sulit  membayangkan sesama agama bertikai sedemikian hebat dan kejam)  dengan menyisakan seorang saja yang konon selamat menyebrang ke Igeria (nantinya menjadi Umayah Cordoba).

FS 3: Dinasti Abbasiyah berdiri atas dukungan klan-klan (baik satu  agama maupun agama lain, bahkan Yahudi) yang sangat kecewa dan  tertekan dengan pola kepemerintahan Umayah. Satu prestasi besar  Umayah adalah mengusir hampir seluruh paderi Buddha dari India  (perguruan dan Ashram Nalanda) ke Timur (Tibet dengan menyeberangi wilayah Himalaya Timur) dan Ke Selatan (Srilanka). Maka pada waktu  itu Abbasiyah berdiri cepat berkembang karena sokongan berbagai  sekte Buddhis Persia yang mendapat ilmu membikin kertas dari China  dan mengajari pengauasa Baghdad membikin KITAB. Beberapa tokohnya
pindah agama menjadi Islam. Beberapa tokohnya dianggap ilmuwan-
ilmuwan Muslim….(pernah diperdebatkan di apakabar). Yang membuat  penguasa Baghdad mendirikan Baitul Hikmah…;-(. Ingat pada waktu itu prosentase Muslim di Baghdad masih hanya 15% sahaja.

FS 4: Di Baitul Hikmah, Dekan pertamanya adalah seorang Kristen!  Kemudian setelah besar sampai pada penguasaan SULTAN (bukan  Khalifah) giliran kedua setelah Harun al Rasyid bergelar al-Muttawakil, membagi penduduk Baghdad berdasarkan agama dan ras. Yang  Islam memakai pakaian ARAB, yang Kurdi yaaa seperti pakaian Kurdi  sekarang, yang Kristen diwajibkan pakai selempang kuning atau putih,  yang Yahudi disuruh memakai pakaian khas Yahudi bertopi "tempurung".  Sejak itulah diskriminasi dan pembedaan-pembedaan semakin meruncing  hingga keluarga dinasti perlu menyewa penyelamat dari Turki. [dengan
maraknya pakaian-pakaian kearab-araban di Ina sekarang ini, boleh  jadi arahnya akan kesana-sana pulak… nassiiiiib, nasib. orang  wilayah tropical-rain-forest dikruduki… 😉 )

FS 5: Orang-orang sewaan dari Turki ini akhirnya berhasil berkuasa  membentuk kesultanan Turki, dengan satu ambisi: MENAKLUKKAN DAN  MENGUASAI CONSTANTINOPEL yang berhasil pada masa pemerintahan Sultan  Memed.

FS 6: kalau tak salah hitung nih… beberapa puluh tahun kekuasaan  Umayah telah terjadi pergantian penguasa sebanyak 21 kali dengan berbagai kekacuan keluarga, bunuh-bunuhan, penyingkiran dan ciri  penguasa ini setelah pindah ke Damaskus adalah sangat tidak demokratis dan sangat diskriminatif terhadap bangsa-bangsa taklukan selain Arab. Orang Magribi (Afrika Utara) tetap disebut Ber-ber, orang Kurdi tetap disebut Kurdi, apalagi orang-2 luar TimTeng. Cara  penguasaan juga sangat-sangat non demokratis, karena mengirimkan
seseorang panglima sebagai gubernur dengan kewajiban menaklukkan  wilayah yang ditunjuk dan "setor" ghinamah ke Damaskus.

FS 7: Di Nusantara (Jawa) surutnya Majapahit berganti dengan Demak  dan penguasa pesisir, terus-menerus dilanda kekacauan peperangan antar keluarga penguasa. Dan ciri bunuh-bunuhan dan beres-beresan antar keluarga ini menurun terussss hingga Mataram II dengan simbul yang menyeramkan Amangkurat II (hehehe, pernah disinggung oleh Kanigoro yang ini….).

FS 8: Belanda eh… VOC yang diperbolehkan masuk oleh Sultan Ageng Tirtayasa… seorang yang bergelar Sultan, bukan lagi Prabu Siliwangi atau Prabu Hayamwuruk…;-)

FS9: Setelah kemerdekaan (bahkan sebelum) masalah dasar negara yang dicantumkan dalam preambule UUD menjadi perdebatan panas antara para tokoh nasionalis dan tokoh agamais… Perdebatan itu tetap tinggal sebagai arang dalam sekam, meskipun telah pada bersepakat mengusung suatu negara demokratis berkedaulatan rakyat, untuk seluruh tumpah darah Indonesia… hehehe, bukan untuk Palestina, untuk Moro, untuk Iraq dan sebagainya….

FS 10: Munculnya FPI yang fenomenal, berdirinya MUI, Depag, Menteri Agama yang terdakwa…:-) BOM bunuh diri yang lagi hangat, pertentangan latent antara NU dan MDh, dan Persidangan Forum Tokoh Peduli Syariah, pemekaran-pemekaran propinsi SulBar, dll… kiranya dapat dilacak apa sebenarnya sumbangan tokoh-tokoh agamais itu terhadap keberadaan, keberlangsungan dan ketenteraman NKRI….

Ikut bertanya kepada rekan-rekan sekalian: benarkah Soekarno
memenjarakan Hatta? Kalau benar apa alasannya?

Swuhn,

mBahSoeL