Semalam jam 11-an Senin dini hari, 17 Okt 2005….di Metro Today’s Dialogue, ada cerita seru…….. Gambar awal menayangkan sebuah ormas Koalisi Umat Muslim Surakarta, yg berkumpul, menutup muka, kemudian berkeliling kota meneriakkan nama Allah, tapi kemudian membuka paksa toko2, merampas dan memecahkan minuman, padahal toko2 itu tidak beroperasi alias tutup.
Kemudian gambar beralih ke adegan pemukulan yg dilakukan oleh sang koordinator gerakan (Kholid) kepada seorang warga yg sdg mabuk (warga ini berkaos PDIP Pro Mega), padahal warga ini sudah minta maaf dan bermaksud menunjukkan KTP. Eh malah dibentak dan ditampar wajahnya 2 kali.
Gambar beralih lagi ke pemisahan pemukulan yg dilakukan oleh anggota gerakan kpd seorang pemuda berkaos hitam, pemilik toko minuman. Padahal sang pemuda cuma ingin agar tokonya tidak dirusak, minuman silahkan saja diambil dan dipecahkan.Lalu beralih lagi ke kekerasan yg dilakukan Koalisi tsb, lalu ada tulisan besar di layar TV… KESUCIAN BULAN RAMADHAN TERNODA…..
{moscomment}

Lalu gambar beralih ke dialog yg dipandu Meutya Hafids, dgn narasumber sang ketua gerakan sdr. Kholid (berseragam ormas ala militer warna biru donker, berwajah sok garang, berjenggot, kelihatan msh sangat muda dan aneh) dan ketua Garda Kebangsaan Ahmad Taufik (berjenggot
lebat, berwajah non-jawa, hitam, seram, namun moderat).

Adegan dialog antara Meutya Hafids (MH), Ahmad Taufik (AT), dan Kholid
(KH) on air di Yogya:

MH: Saudara KH, mengapa anda melakukan tindakan yg anarkis dgn membuka
paksa dan memecahkan kaca2 toko, serta merampas minuman?

KH: Kami hanya berusaha untuk menjaga kesucian bulan ramadhan dgn
mencegah semua kegiatan maksiat termasuk minuman keras dan narkoba,
mbak. (senyum2 tapi melotot).

MH: Bukankah sudah ada perda ttg hiburan malam yg diharuskan tutup
sepenuhnya pada minggu 1 dan 4 bulan ramadhan? Berarti anda tidak
menghormati perda tsb? Apakah itu dibenarkan begitu saja?

KH: Tolong dibedakan antara hib. malam dgn maksiat mbak. Kalau hiburan
malam memang sudah terikat perda tsb, tp maksiat (dia tdk merinci apa
maksud maksiat-red) kami merasa harus menertibkan, karena aparat tidak
bergerak mbak…

MH: Bukankah ini seharusnya menjadi tugas polisi dan aparat pamong
praja? Apakah anda merasa lebih berhak? Apa yg membuat anda merasa
anda yg harus bertindak sbg warga sipil??? (tiba2 AT memotong…)

AT: MEMALUKAN! Anda membuat malu seluruh umat Islam! Perbuatan apa itu
maen bongkar toko??? Kok seperti maling saja! Serahkan pada aparat utk
bertindak, jangan maen hakim sendiri, mas!! (KH senyum2 tapi terlihat
menahan emosi…red)

MH: Apakah anda tidak melaporkan hal ini terlebih dulu kepada polisi?
Jika anda mengatasnamakan umat Islam Surakarta, apakah sudah seijin
MUI Jawa Tengah? Apakah MUI memberi ijin anda utk melakukan perusakan?

KH: (sempat mikir…) Kami bertindak setelah lebih dulu melaporkan
berkali2 hal ini kpd polisi. Kami tahu polwil dan MUI sudah melakukan
himbauan, tapi tidak ditanggapi mereka. Terpaksa kami sweeping demi
kesucian bulan ramadhan…Kami wajib melakukan dalam nama Tuhan….

Lalu ada beberapa dialog yg intinya KH tidak punya alasan kuat secara
hukum utk bertindak maen hakim…. bahkan KH terlihat kadang
berpandangan kosong tapi liar (spt psikopat-red)…. dan diteruskan
dengan…..

AT: Memangnya ramadhan jadi suci kalau kalian merusak? Heran saya!
Tindakan kalian itu justru merusak ramadhan…(KH memotong, mulai
panas)

KH: Coba bang Ahmad, sbg muslim, tolong anda sebutkan ayat mana yg
memperbolehkan kita umat muslim utk mebiarkan maksiat??? (lalu dia
sebutkan satu ayat-red) artinya kita harus menghentikan maksiat,
dengan bicara, kalau tidak bisa dgn tindakan tangan! Anda tau juga kan
bung?

AT: Nabi Muhammad SAW tidak pernah meminta kita utk maen hakim
sendiri! Lagian anda tinggal dimana? DI Negara Surakarta? atau kalian
penguasa Surakarta? Kalau tinggal di Indonesia, ya ikuti aturan hukum
Indonesia! Saya tidak pernah bilang maksiat itu boleh, tapi ikuti
cara2 yg elegan, tidak bikin malu orang lain dgn mukul orang! Kamu
lihat gak orang yg dipukul pake kaos berlogo apa? Kalau kelompok itu
marah, kalian habis dibantai!

KH: Kami siap! Kami siap berjihad utk hal ini bung! Resiko berjuang di
jalan Tuhan

MH: Bung KH, apakah sebenarnya pembenaran tindakan anda selain ayat2
suci al-quran? apakah anda dibekingi?

AT: Pasti itu mbak! Bisa jadi mereka diperalat oknum aparat utk
merazia krn setoran kurang….(KH emosi!-red)

KH: BUNG AHMAD! COBA CARIKAN SAYA SATU AYAT SAJA…Satu saja ayat dari
quran yg melegalkan maksiat… satu saja bung, agar saya yakin anda
juga muslim dan berada di jalur Tuhan…Allahu Akbar…(KH masih
ngoceh…)

AT: Saya rasa bukan pada tempatnya kita bicara ajaran agama disini
bung! Lagian anda siapa? Ulama? Anda msh sangat muda bung…gak usah
maksain diri deh…kalau saya tidak teriak Allahu Akbar dan tidak
merusak tempat2 maksiat, lalu saya bukan muslim? yg benar saja….(AT
senyum2…KH tetap emosi dan teriak2)

MH: Pemirsa, karena waktu yg membatasi kita, maka kita terpaksa
menyudahi…(kamera fokus ke AT dan MH, sementara suara KH masih
terdengar sayup2 meneriakan segala macam…)