Berita ttg remisi yg diterima diterima Abu Bakar Basyir (ABB) dari hukumannya selama 30 bulan atau 2,5 tahun sempat menimbulkan reaksi keras dari pemerintahan Australia. Menteri Kehakiman Australia Chris Ellison menyatakan pihaknya telah mendaftarkan protes keras terhadap kemungkinan Baasyir mendapatkan remisi pada hari raya Idul Fitri nanti. Tidak bisa kita ingkari kemarahan dan sakit hati pemerintah dan rakyat Australia.
Selain ratusan warganya menjadi korban Bom Bali, juga mereka sungguh tak habis mengerti. Mengapa ABB yg jelas-jelas ideologinya mengharamkan penghancuran Amerika dan negara-negara kafir lainnya cuma diganjar 2,5 tahun itupun masih banyak dikorting. Sedangkan Corby warganegara yg diduga menjadi korban tak bersalah dari sindikat penyelundupan ganja/obat bius dihukum 20 tahun penjara. Michele yg peragawati juga warga Australi bisa kena hukum 15 tahun penjara karena 2 butir ekstasi yg mungkin adalah titipan temannya.

Kalau tafsiran ttg wawancara Dr. Scott Atran – ABB benar, ABB telah mendapat remisi 4 bulan 15 hari dlm rangka hari kemerdekaan yg lalu, karena kelakuan baiknya. Dan akan mendapat remisi lagi setelah puasa ini. Singkat kata bagi pihak Australia,Amerika, Inggris, Filipina, Singapura, Thailand dan berbagai negara Barat lainnya, ABB akan cepat keluar dari penjara. Mereka takut bahwa bom-bom akan berledakan lagi di seantero bumi. Stabilitas ekonomi dan politik Asia Tenggara, negara-negara Barat akan kacau, dunia semakin tidak aman. Dunia seakan segera runtuh.

Bagaimana reaksi Indonesia?
"Australia punya pandangan sendiri, silakan, tapi kalau kita mengambil sikap karena pandangan Australia itu salah," kata Gus Dur usai mengikuti buka puasa bersama dengan tokoh-tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu di Jakarta, Jumat. Sementara itu Wapres Jusuf Kalla menegaskan, pemerintah menolak setiap upaya intervensi dari negara luar terhadap kedaulatan hukum Indonesia. Namun, katanya, pemerintah tetap bersikap terbuka dan mendengarkan aspirasi dari semua pihak. Para pemimpin politik dan para nasional radikal bisa-bisa bersatu dengan kelompok Islam garis keras ramai-ramai menyalahkan dan menghajar Australia dengan alasan yang sama.

Salah seorang anggota milis Apakabar ini mempunyai pendapat lain: "Siapakah ABB itu? Dia hanya seorang kyai tua renta, yang ingin menjadi kyai Islam yg saleh, apakah bahayanya? Mengapa dia dihukum tanpa bukti yg jelas?" Tentu saja bagi para pemimpin partai, anggota partai, pesantren-pesantren, berbagai organisasi agama, dan organisasi2 sejenis FPI, Kisdi, AGAP, BAP dan puluhan ormas Islam lainnya, ABB dianggap sebagai kyai suci yg harus segera dibebaskan karena segala tuduhannya tidak terbukti secara hukum.

Dimana posisi anda?
Diskusi tentang ABB ini kalau dilakukan dengan sangat serius dan mendapat tanggapan pro kontra yg mendalam. Maka akhirnya akan membuka cakrawala kita pada bagaimana masa depan Indonesia, masa depan ASEAN dan bahkan dlm arti tertentu masa depan negara-negara Barat dan akhirnya seluruh dunia. Belum lagi kalau anda bisa menukik pada sejarah Mesir misalnya, atau perjuangan Al-Qaeda berhadapan dengan Amerika dan sekutu-sekutunya. Bahkan tidak mustahil akan memasuki ranah filosofis teologis: "pertempuran bagi Allah, dinamika antara benturan mythos dan logos", spt yg ditulis oleh Karena Armstrong dlm bukunya The Battle for God. Yah bisa kemana-mana tak terkecuali memasuki diskursus ttg pencarian jati diri bangsa yang baru dalam nasionalisme yg tegar menghadapi clash of civilization, benturan peradaban.

Siapakah ABB bagi anda, suci atau berbahayakah dia?
Pernahkah anda bayangkan seandainya orang sejenis Abu Bakar Basyir ini berasal warganegara Indonesia kelahiran Amerika atau berasal dari Cina dan mempunyai suatu ideologi yg menganggap semua orang Islam sbg kafir dan mengharamkan darah semua orang Arab dan Timur Tengah? Bagaimana reaksi rakyat Indonesia? Begitulah ABB dimata negara-negara Barat dimata dan beberapa negara ASEAN lainnya. Namun dalam pengertian sebaliknya. Pertanyaannya: siapakah ABB sebenarnya dan senyatanya? Apa ideologinya? Bagaimana pengaruh ideologinya bagi stabilitas ekonomi dan politik dunia?

Untuk itu dibutuhkan sumbangan pemikiran anda. Melihat pada fakta-fakta yang ada, orang yg menganggap ABB sangat berbahaya dlm pandangan mereka ABB adalah Emir, pemimpin rohani yg mempunyai sabda yg akan ditaati secara total oleh para pengikutnya. Tragisnya para pengikut ABB memang secara faktual adalah otak para teroris yg meluluh lantakkan bukan hanya Indonesia tapi juga Filipina, bahkan dalam arti tertentu WTC di New York juga secara tidak langsung ada hubungannya dengan ABB. Kok bisa? Itu terjadi melalui Hambali, murid setia ABB di Malaysia dulu. Hambali yang diangkat menjadi boss (pemimpin dan penyalur dana) seluruh jaringan Al-Qaeda di Asia Tenggara pernah bertemu dengan beberapa pembom bunuh diri yg menghancurkan WTC di Malaysia. Dr.Azahari yg mula-mula ketika sekolah di Australi sebelum ke Inggris dikesankan oleh tetangga sebagai orang Malaysia yg suka humor, suka pesta, gembira, baik; adalah juga murid ABB dan kemudian diikuti oleh Noordin Top. Sejak saat itu kedua orang itu oleh pemerintah Indonesia dianggap sebagai otak dibelakang rangkaian pemboman brutal dan biadab di Bali, Jakarta yg meluluh lantakkan bukan saja korban tapi perasaan aman, belum termasuk hilangnya kesempatan perkembangan ekonomi dan kerugian trilyunan rupiah. Fakta ini tidak ada habisnya berbicara, Amrozy, Imam Samodra dan beberapa pembom bunuh diri keluaran pesantren Ngruki pimpinan ABB juga boleh dibilang adalah para pengikut ideologi ABB. Berapa jumlah orang yang berpotensi menghancurkan Indonesia dan dunia ini, yang menjadi pengikut fanatik ideologi ABB? 300 orang warganegara lulusan sekolah perang di Afghanistan bersama Taliban, 300 warganegara Indonesia lulusan sekolah perang di Mindanao dan mungkin masih ratusan lainnya yang belum muncul di permukaan fakta. Bayangkan 6-8 orang sel mereka saja sudah bisa merusakkan seluruh perekonomian Bali selama 2 tahun, bagaimana lagi kalau puluhan sel itu bergerak bersama-sama di seluruh Indonesia?

Contoh-contoh yg terurai dengan sangat jelas diatas mungkin belum membuat bulu kuduk anda berdiri karena anda sama sekali tidak percaya. Untuk itu kita harus mencermati ideologi ABB. Bisakah anda mengurai bagaimana berbahayanya ideologi ABB bagi kesatuan NKRI? Untuk itu kami tunggu sumbangan pemikiran anda. Sebagai acuan anda bisa membaca kembali dengan teliti wawancara Dr.Scott Atran dengan ABB, 13 & 15 Agustus 2005 di http://jamestown.org/terrorism/news/article.php?articleid=2369782 atau acuan-acuan lainnya. Tentu saja itu juga kalau anda tidak mencurigai Dr.Scott sebagai anggota Mossaad atau CIA :))

Jadi sucikah atau sangat berbahaya ABB bagi NKRI dan ketentraman dunia?

Barangkali bisa anda renungkan setelah sholat tahajud atau meditasi atau ditengah angkutan kota:
*** teewoel