foto: John LangsDikota St Louis ( Missouri) sedang menunggu bus dibawah terik matahari, lalu John Langs itu datang ketempat penungguan dengan menggusur sepedanya yang berat oleh beberapa tas/ransel, dari bagian setang hingga bagian dibawah sadelnya.

John pergi kebagian penitipan barang-barang dan tidak lama kemudian dia balik sambil memanggul satu koper besar berwarna hitam. Didepan penunggu bus, John mulai mempreteli sepedanya. Dia copot ban sepeda bagian depan, lalu bagian belakang, kemudian setang, rantai, kabel rem sepeda dsb sehingga sepeda itu benar-benar dipreteli dan menjadi sebuah gundukkan benda, tidak menyerupai sebauh sepeda lagi.
Lalu John masukan satu demi satu kedalam koper yang hitam besar itu.  Untuk menutupnya, John duduki koper itu dan bret, bret, bret..terkuncilah koper itu. Tinggal tiga ransel yang dia gantungkan dikedua pundaknya.

John, 50 th,  kelahiran kota Kootenai (Idaho) datang sengaja kenegara bagian Missouri ini  untuk berekelana kedaerah ini dengan kekuatan kedua kakinya. Dia kayuh sepedanya 70 km perhari. Berhenti disuatu tempat, lalu ke-esokan harinya dia lanjutkan perjalanannya kembali.

John ibarat pewaris pioneer yang digariskan oleh nenek moyangnya sebagai petualang walaupun dengan perbandingan yang lebih sederhana, mengingat jarak Idaho dan Missouri itu tidaklah sejauh nenek moyangnya yang datang dari benua Eropa menuju benua Amerika, beberapa ratus tahun yang lalu.

Hingga detik ini, sebagai salah satu ras manusia, mereka-merekalah yang masih  menguasai arena pe’tualangan baik itu didarat, dilaut maupun diangkasa. Sebuah kenyataan yang seringkali menjadi pertanyaan, kenapa ras manusia lain begitu absen dalam hal ini…

Apa gen keberanian dan berpetualang itu hanya milik ras putih saja ?

Kalau begitu kenapa ada satu ras manusia yang sudah mampu mempunyai visi yang lebih jauh daripada sebatas kebutuhan sehati-hari dan banyak ras  manusia yang lainnya lagi yang tujuan hidup hidup hanya berupa sebatas asal perut kenyang …hal seperti itu benar-benar membuat hati, iri.