Fall Season

Boss saya bilang apa kamu mau dikirim ke Tokyo lagi atau  kedaerah Asia yang lain nya untuk tahun ini  ?

" Please, saya perlu ke Amerika saat-saat ini " tukas saya. Tidak saya jelaskan sama boss kenapa tiba-tiba merasa ada
kebutuhan harus pergi ke Amerika.

Pertama dirasakan Amerika membutuhkan bantuan moral saat ini. Selain terkena musibah topan yang bertubi-tubi, juga negara
ini
hanya satu-satunya yang berani melawan teroris fascist Islam radikal
didunia ini. Hanya satu-satunya negara yang  sepenuhnya
berdedikasi terhadap dunia untuk membendung dari  malapetaka dunia
yang lebih besar, bahaya yang jauh lebih  besar dan secara
mengglobal dibandingkan dengan bahaya Nazi  70 tahun yang lalu.

{mosgoogle}

Alasan yang kedua kenapa merasa harus pergi ke Amerika, ya karena musim fall akan mulai dalam beberapa hari ini.
Sebagai
seseorang yang dilahirkan diderah tropis, warna warni daun-daunan yang
menguning, memerah dan suhu udara disekitar 18-20 benar-benar dirasakan
sebagai anugrah alam.

Besar didaerah tropis itu lama kelamaan merasa penat dg kemiskinan warna yang monoton :
hijaunya daun-daunan dan warna coklat kehitam-hitaman oleh genting-genting perumahan orang.

Jam 8.30 pagi itulah saya berangkat dari Amsterdam menuju Chicago. Untuk sementara, saya tinggalkan dunia yang sudah
tua, Eropa, tak mempunyai kekuatan menghadapi sejenis fascist yang sedang tumbuh dan tibalah di Chicago siang hari.

Sehabis melapor kekantor pusat dan urusan tanda tangan,  kedatangan, tempat kerja, kantin dsb, baru sore harinya
bisa keluar kantor.