* titipan dari seorang teman
Terimakasih kepada semua anggota Apakabar, AGAP, FPI, MMI, MUI Perkenankanlah
dengan segala kerendahan hati, kami atas nama para pejabat, pengusaha
politikus, dan pemimpin agama bermasalah mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yg tersebut diatas.


Selama kurang lebih dua bulan
ini telah kami ikuti dengan seksama diskusi hangat ttg agama yang
begitu memberi banyak pencerahan dalam hidup kami. Argumen demi argumen
datang silih berganti. Tidak ada henti-hentinya. Sesama ikhwan yang
begitu tangguh mempertahankan akidah masing-masing, telah memberi kami
rasa keyakinan yang pasti bahwa agama memang satu-satunya solusi yang
tepat dalam segala masalah di Indonesia ini. Termasuk masalah yang
sedang kami hadapi akhir-akhir ini.

Tentunya anda bertanya-tanya: "Ada perkara apa, orang ini berterimakasih pada milis apakabar, AGAP, FPI, MMI, MUI disini?"

Seperti anda ketahui, semenjak ada sesama rekan seperjuangan 15 pejabat
tinggi Polri ditengarai mempunyai simpanan uang di bank dalam jumlah
bervariasi disekitar 800 juta sampai 3 trilyun rupiah, kami melihat
rakyat negeri ini sudah sampai pada puncak kesabaran dan krisis politik
segera akan meledak. Kami sedikit was-was. Belum lagi 38 rekan di DPR
RI yang sudah ditengarai oleh ICW lengkap dengan nama dan kasusnya dan
sempat menjadi headlines di berbagai media. Dan tentu ribuan petinggi
TNI/Porli, pejabat, pengusaha, politikus, pemimpin agama dari pusat
maupun di berbagai pelosok penjuru tanah air.

Syukur
alhamdulilah, Allah memang selalu masih mengasihi umatnya seperti
kami-kami ini. Dengan sedikit belajar dari perisitiwa sekitar tahun
1980-an, kami bisa mempengaruhi MUI utk segera mengeluarkan Fatwa. Tak
terlalu sulit, karena pada bulan-bulan sebelum itu sudah kami dengar
rencana Bapak SBY dengan para pengusaha cina dan pribumi, berkunjung ke
RRC. Konflik2 terpendam, pri-non pri, islam-kristen, JK-SBY dan segala
gerbongnya, membuat rencana ini mulus. Akibatnya spt sudah anda lihat
sendiri. Rakyat Indonesia sibuk lagi dengan debat agama.
Kelompok-kelompok yg dulu orang-orangnya punya sejarah Mei ’98 dan
konflik Ambon-Poso bisa berkiprah lagi setelah sekian lama menganggur
dan tidak mempunyai penghasilan. Konflik agama selalu menjadi solusi
yang paling bagus untuk melupakan masalah-masalah lebih besar yg bisa
menyebabkan hancurnya seluruh sistem politik di negeri ini. Bukankah
Demokrasi dan Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan kesabaran,
kehati- hatian, kebijaksanaan utk mewujudukannya?

Satu lagi
gembok penting sudah kami kunci. Rekan-rekan bermasalah yg sebenarnya
lebih dari 38 orang di DPR tentulah tidak sulit utk kami lobby agar
Undang-Undang Kebebasan Informasi ditahan selama mungkin utk tidak di
sahkan. Ini kunci yang paling penting yg bisa membuyarkan usaha kami
bersama teman-teman untuk melestarikan budaya Indonesia yang sudah
mengakar lebih dari 30 puluhan tahun. Dengan demikian kesepakatan clean
& good governance di Bali Des 2004 yg dulu menyangkut juga
participatory budgeting dan check & balance bisa sejenak dipending
atau bahkan dilupakan.

Pemberantasan preman, prostitusi oleh
WN asing, operasi-operasi pemberantasan narkoba, adalah cara-cara jitu
yg pasti akan memuaskan hati rakyat biasa, agamawan, media lokal dan
internasional. Bahwa dengan demikian terjadi changing guards yg mulus
dan tersimpannya rahasia labirin kerjasama merupakan effek sampingan
saja yang nampak elegan.

Korupsi adalah kata negatif dari
pandangan Barat yang tidak mengetahui makna terdalam dari negara sbg
super big family, dan Kesejahteraan Sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kami sebenarnya sekedar menahan sementara uang itu sebelum
kami bagikan pada seluruh keluarga besar kami, atau pada berbagai
proyek yang akhirnya juga membuka lapangan kerja baru, investasi dan
pengembangan usaha.

Akhirul kalam, dengan anggota milis
apakabar yang sudah mencapai 3800-an orang dari berbagai kelompok,
kalangan, jabatan, dan strata masyarakat, sudah sepantasnya kami
haturkan terimakasih yg tulus, atas kesediaannya utk selalu fokus
membicarakan masalah agama. Dengan usaha mulia anda sekalian,
rahmat’illalamin sampai juga kepada kami berkah-berkahnya.

Merdeka, Semoga jayalah selalu kesatuan NKRI, para pejabat, pengusaha politikus, dan pemimpin agama bermasalah