Kegilaan massal -looting, rapes and murders – di New Orleans setelah
bencana alam Katrina, merupakan berita besar hari2 ini. Setelah
bencana, sistem sosial ambruk, manusia kembali ke ‘state of nature’ —
kata lain untuk hukum rimba. Dan ini terjadi, baik di Acheh, Bagdad
maupun New Orleans.

Baca banyak link ttg ini, misalnya ttg perkosaan anak kecil:
http://www.timesonline.co.uk/article/0,,11069-1762139,00.html

Manusia juga balik menjadi rasis dalam keadaan terjepit begitu. Yang
bisa dipercaya adalah mereka2 yg sama ras dan indikator primordial
lainnya.

Banyak tulisan menyatakan keheranan atas kejadian di USA ini, atau
sebaliknya ‘merasa bersyukur’ bahwa amerika pun mengalami musibah yg
sama.

Keduanya adalah pemikiran bias, terpengaruh pendapat salah ttg
kenyataan dan kemanusiaan.

Manusia adalah sama saja, jika tidak ada hambatan apa2 semuanya balik
‘state of nature’ atau hukum rimba.

Jadi perbedaan dari satu masyarakat dan masyarakat lainnya bukanlah
pada individu2nya, tetapi pada sistem sosial, kontrak sosial yg bisa
berlaku didalamnya. Hukum2 sosial yg bisa diterapkan.

Menilai suatu kontrak sosial yg berlaku di masyarakat tidak mudah,
terutama tidak mudah bagi orang2 yg tidak mempunyai perbandingan antara
sistem yg dialami nya se-hari2 dan sistem lain yg mungkin bisa
diterapkan.

 Ini pula sebabnya mengapa sistem2 sosial tertutup
tradisional, baik itu syariah Islam maupun Yahudi dan Kristen serta
agama2 lain – dan ideologi2 otokratis, menolak perbandingan dengan
sistem lain, atau keterbukaan.

Dan itu pula sebabnya, mengapa demokrasi – sistem yg tidak sempurna dan
selalu harus diawasi secara dinamis (hanya memiliki kestabilan dinamis)
– merupakan satu2nya sistem masa depan.

Karena, dibalik veneer tipis sistem sosial, selalu ada ancaman
keangkara-murkaan.

Dan manusia pada dasarnya sama. Walaupun secara individu manusia
sangat ber-beda2 (ada yg tercerahkan, ada yg tidak, ada yg baik ada yg
jahat) — secara agregat masyarakat adalah ignorant dan selfish.

Sehingga setiap kali terjadi kekacauan massal – maka sebagian (besar)
dari kesalahan adalah pada administrasi sosial.

Pada kasus Katrina ini
kehancuran sistem admin sosial akibat bencana alam, pada kejadian2 lain
karena sebab2 lain.

Di Indonesia misalnya, kegagalan sistem moneter yg merupakan anomali
(hanya terjadi pada rupiah) belakangan ini, jelas2 merupakan indikasi
failure dari pemerintahan.

Ini pula alasan utama mengapa mereka2 yg mengajukan penyelesaian ngawur
ttg masalah kemasyarakatan, spt ‘solusi’ alkedah JI FPI saat ini adalah
kejahatan kemanusiaan besar.

Selain kejahatan kriminal, karena pencetus idea2 itu selalu saja
bermaksud memperoleh kemukten pribadi dari usaha2 nya.

Itu yg bisa kita pelajari dari kasus2 pecahnya sistem sosial spt
tsunami Acheh dulu, dan badai Katrina ini sekarang.

 b@b